penerimaan santri baru

Pimpinan MQ Depok Gelar Raker Evaluasi Kinerja Masing-masing Unit di Kawasan Puncak

MQ Depok | Yayasan Madinatul Qur’an Depok dan Direktorat Pendidikan pada 8-9 Januari 2026 lalu menyelenggarakan Raker Evaluasi Kinerja untuk masing-masing unit atau bidang di kawasan Puncak Bogor.

Raker tersebut diikuti oleh sekitar 21 orang pimpinan yang berasal dari unit Kepesantrenan putra dan putri, unit SMA dan SMP, lalu unit Sarpras, MQMart, Penjamin Mutu Lulusan, Pembinaan Anggota, Humas, hingga Mahad Aly Mekkah dan Rafifah Sentul, termasuk juga bagian keuangan dan kepegawaian.

Pokok bahasan Raker seputar capaian yang sudah dihasilkan selama semester 1 (ganjil) kemarin oleh masing-masing unit ataupun bidang, serta program yang belum berjalan maksimal karena adanya kendala-kendala yang dihadapi sehingga program tidak berjalan sesuai harapan.

Tujuan dari Raker Evaluasi itu sendiri, menurut Direktur Pendidikan MQ Ust Ayat Bahrul, M.Pd, agar lebih fokus dengan agenda semester yang akan datang (semester 2), sehingga masing-masing unit perlu melaporkan atau mengevaluasi kegiatan pada semester ganjil kemarin.

Selama dua hari di sana masing-masing unit/bidang telah memaparkan secara komprehensif pelaksanaan program/kegiatan serta capaian target yang sudah dicanangkan. Meskipun ada beberapa program yang belum mencapai target karena satu dan lain hal, tapi secara umum ketua Yayasan merasa puas dengan apa yang sudah disampaikan oleh masing-masing direktur dan kepala unit.

“Kalau kita simak paparan dari masing-masing unit/bidang tadi, kita merasa optimis. InsyaAllah pesantren MQ akan makin baik ke depannya, karena telah di-handle oleh para pimpinan yang tepat atau berkualitas,” ungkap KH Dr Sholihien Hadzieq, ketua Yayasan MQ Depok.

“Kalau saat ini kita masih ada kendala dalam capaian PSB, mudah-mudahan ini hanya bagian dari tahapan yang harus kita lalui, setelah itu bisa segera move on,” lanjut beliau.

“Kalau kita mau naik kelas, biasanya harus melalui ujian dulu. Jika kita mampu melewati ujian dengan baik, insyaAllah akan naik kelas,” ujar Ust Irpan Abdul  Maulana, S.Pd, stafsus Dirpen.

“Apa yang kita alami sekarang, mungkin bagian dari fase seleksi alam. Nanti akan ketahuan mana santri atau walisantri yang betul-betul sesuai dengan visi dan misi MQ, dan mana yang tidak. Setelah itu kita akan mendapatkan santri yang berkualitas,” timpal Ust Suriyanto, MM, Kepsek SMA TQT MQ.

“Tuhan (Allah) itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Kalau kita berprasangka baik dengan apa yang kita alami saat ini, InsyaAllah hasil akhirnya pun akan baik. Sebaliknya, kalau kita berprasangka negatif maka hasilnya pun akan negatif,” tandas Ust Muhammad Haekal, M.Pd, kepala PML menambahkan.

Menurutnya, dulu saat proses awal pembuatan pesawat terbang, ada dialog antara seorang pendeta dan seorang rektor. Pendeta meragukan akan adanya pesawat terbang, sebaliknya sang rektor tetap opitimis bahwa kelak akan ada pesawat terbang. Alhasil, prasangka sang rektor yang kemudian jadi kenyataan dengan prasangka baiknya.

Sementara itu, KH Ghufron Hasan menekankan pentingnya para pimpinan MQ saat ini menjadi sosok amil, yaitu pribadi yang mau konsisten beramal/berbuat/bekerja untuk MQ, dan bukan sekedar seorang alim (berilmu luas).

“Pembelajar ilmu atau orang alim itu banyak tapi yang amil itu tidak banyak,” tutur beliau. “Nah kita itu butuh sekelompok orang yang alim sekaligus amil yaitu orang berilmu yang konsisten dengan apa yang dikatakannya,” lanjutnya.

Lebih lanjut beliau mengatakan, sesungguhnya manusia itu akan hancur kecuali orang yang alim, dan orang alim juga akan hancur kecuali yang amil, yaitu orang yang konsisten dengan amalnya, dengan gagasan, dengan apa yang dikatakannya. “Kalau MQ punya banyak amil, InsyaAllah MQ akan bersinar ke depannya,” lanjut beliau, memotivasi semua peserta raker yang hadir. (dz/humas)

Jurnalis/Editor : Dhorifi Zumar

Foto : Tim Humas

 

Share This:

Leave a Reply