penerimaan santri baru

Bintang Gumelar Ramadhan, Dari MQ Depok Menuju Guangxi China, Merajut Masa Depan Gemilang

MQ Depok | Satu lagi kabar membanggakan datang dari alumni SMA TQT Madinatul Qur’an Depok. Bintang Gumelar Ramadhan, alumni Angkatan ke-4, berhasil diterima di Guangxi University of Finance & Economics, China, pada program studi Data Science dengan status beasiswa penuh (full scholarship).

Prestasi tersebut menjadi catatan membanggakan bagi Bintang sekaligus menjadi bukti bahwa alumni Madinatul Qur’an Depok memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi, termasuk kampus di luar negeri.

Bintang, yang lahir di Jakarta pada 9 Oktober 2006, mengaku sejak awal memang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, khususnya China. Keinginan tersebut semakin terbuka setelah ia memperoleh informasi mengenai kesempatan kuliah di China melalui sebuah lembaga yang membantu proses pendaftaran sekaligus program beasiswa.

Dari informasi tersebut, Bintang kemudian mulai mencari tahu lebih jauh mengenai berbagai universitas dan program studi yang tersedia. Setelah mempertimbangkan sejumlah pilihan, ia akhirnya memilih Guangxi University of Finance & Economics sebagai salah satu kampus tujuan.

Proses persiapan pun dimulai. Dengan pendampingan lembaga tersebut, Bintang mempersiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan hingga mengikuti tahapan seleksi beasiswa.

 

Lolos Seleksi Administrasi dan Wawancara

Perjalanan menuju kampus impian tersebut tentu tidak serta-merta berjalan tanpa proses. Bintang harus melewati sejumlah tahapan seleksi.

Menariknya, untuk kampus yang ditujunya, proses seleksi tidak menggunakan metode CSCA (China Scholastic Competency Assessment). Seleksi dilakukan melalui pemeriksaan administrasi yang kemudian dilanjutkan dengan wawancara menggunakan bahasa Inggris atau bahasa China.

“Untuk kampus yang saya tuju tidak melalui test metode CSCA (China Scholastic Competency Assessment), akan tetapi kampus yang saya tuju melalui tahap seleksi administrasi lalu dilanjutkan test wawancara menggunakan bahasa Inggris atau China,” tuturnya.

Hasilnya, Bintang dinyatakan diterima dan berhak mendapatkan beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan S1 di Guangxi University of Finance & Economics.

Bagi Bintang, keberhasilannya memilih China sebagai tempat menuntut ilmu juga tidak terlepas dari pengalaman kedua kakaknya.

Kakak tertuanya telah menyelesaikan pendidikan sarjana di China dengan gelar Mechanical Engineering dari Nantong University. Sementara kakak keduanya saat ini sedang menempuh pendidikan di Korea Selatan dengan beasiswa penuh.

Pengalaman kedua kakaknya tersebut menjadi inspirasi tersendiri bagi Bintang untuk berani memiliki cita-cita akademik yang lebih luas.

“Pengalaman pendidikan mereka telah menginspirasi saya untuk mengejar tujuan akademik saya sendiri dengan lebih luas dan memotivasi saya untuk bekerja keras. Tapi semua itu tak lepas dari dukungan dan bimbingan dari orang tua saya,” ungkap Bintang, yang memiliki hobi basket, gym, dan renang.

 

Full Scholarship hingga Asrama

Bintang dijadwalkan mulai menjalani perkuliahan pada September 2026 dan diproyeksikan menyelesaikan studinya hingga Juli 2031, apabila tidak ada halangan.

Untuk mempersiapkan keberangkatannya, berbagai kebutuhan administrasi seperti visa dan tiket penerbangan juga telah diurus dengan pendampingan lembaga yang membantunya dalam proses pendaftaran.

Lebih menggembirakan lagi, beasiswa yang diperolehnya mencakup biaya pendidikan dan asrama selama menempuh studi di Guangxi University of Finance & Economics.

Bintang hanya perlu mengeluarkan biaya pada tahun pertama karena mengikuti program kelas bahasa sebelum memulai perkuliahan secara penuh.

“Perasaan diri saya sendiri yang pastinya sangat bahagia karena bisa mendapatkan beasiswa full di China,” ucap putra dari Abi Revo Agus Herlan dan Bunda Ratu Lia Huslianti tersebut dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT.

 

Memilih Data Science karena Prospek Transformasi Digital

Bukan tanpa alasan Bintang memilih Data Science sebagai bidang yang akan ditekuninya. Ia melihat perkembangan transformasi digital yang semakin pesat, termasuk di Indonesia, membuka peluang besar bagi tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang data.

Menurutnya, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang berinvestasi dalam sektor transformasi digital. Kondisi tersebut secara otomatis meningkatkan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang mampu mengolah dan menganalisis data.

“Saya percaya bidang ini memiliki prospek karier yang kuat untuk diri saya ke depannya, oleh karena itu saya memilih Data Science,” cetusnya mantap.

Pilihan tersebut menunjukkan bahwa Bintang tidak hanya mengejar kesempatan kuliah di luar negeri, tetapi juga mulai memikirkan relevansi keilmuannya dengan perkembangan dunia kerja dan kebutuhan industri di masa mendatang.

Ingin Belajar dari Dunia yang Lebih Luas

Memasuki lingkungan akademik internasional, Bintang menyadari bahwa tantangan yang akan dihadapinya bukan hanya soal perkuliahan.

Ia berharap dapat beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan baru, termasuk memahami laws and regulations atau hukum dan peraturan yang berlaku di China. Ia juga ingin membangun pertemanan dengan mahasiswa dari berbagai negara.

Baginya, pengalaman belajar di luar negeri merupakan kesempatan untuk memperluas wawasan, baik dalam bidang akademik maupun pengetahuan lainnya.

Tak kalah penting, putra bungsu dari 3 bersaudara ini ingin mengumpulkan sebanyak mungkin pengalaman selama berada di negeri orang.

 

“Jangan Pernah Malu kepada Diri Sendiri”

Di balik keberhasilannya mendapatkan beasiswa, Bintang menyampaikan pesan khusus kepada para alumni maupun santri yang saat ini masih menempuh pendidikan di Madinatul Qur’an Depok.

Ia mengingatkan agar para santri tidak minder dan berani memiliki cita-cita besar.

“Jangan pernah malu kepada diri kalian sendiri, and make sure you always have Quran as a compass wherever you go. Lakukan apapun yang kalian mau dan jadi apapun yang kalian mau bukan yang orang lain mau. Percaya diri kalian sendiri…!”

Bintang juga menyampaikan sebuah kalimat yang menjadi pengingat baginya dalam menjalani kehidupan:

“Once a man realizes nobody is coming to save him, he starts living.”

Namun, di balik keberanian mengejar cita-cita tersebut, Bintang tetap menempatkan ikhtiar dan tawakal kepada Allah SWT sebagai prinsip hidupnya.

“Berikhtiar dan Tawakkal kepada Allah SWT,” menjadi motto yang ia pegang.

MQ, Tempat Mengasah Banyak Keterampilan

Bagi sosok yang good looking ini, keberhasilannya melangkah ke perguruan tinggi luar negeri tidak bisa dilepaskan dari proses pendidikan yang pernah ia jalani di Madinatul Qur’an Depok.

Ia menilai pesantren bukan hanya tempat untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah untuk mengasah berbagai keterampilan santri.

Menurutnya, selama berada di MQ, para santri mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik, public speaking, hafalan Al-Qur’an, organisasi, hingga tata krama (akhlak/adab).

“Pesantren Madinatul Qur’an Depok itu wadah di mana skill para santri diasah, apakah itu akademik, public speaking, hafalan Quran, ataupun cara bertata krama yang baik dan masih banyak lagi kebaikan yang diberi pesantren MQ,” ungkapnya.

Janji untuk Almamater MQ

Keberangkatan Bintang ke China bukan berarti membuatnya melupakan tempat ia pernah ditempa. Justru, ia membawa kenangan dan nilai-nilai yang diperolehnya di MQ sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan baru.

Ia bahkan memiliki sebuah janji kepada almamaternya: tidak akan melupakan Madinatul Qur’an Depok ketika kelak meraih kesuksesan.

“Saat sukses saya gak akan lupa di mana saya dulu ditempa. Saya gak akan lupa di mana skill saya dulu diasah. Saya gak akan lupa sama MQ yang mengajarkan saya aktif berorganisasi dan aktif berbicara di depan banyak orang.”

Bintang juga menegaskan bahwa kesuksesan tidak boleh membuat seseorang melupakan orang-orang yang berjasa dalam perjalanan hidupnya.

“Serta saya gak akan lupa sama orang yang telah berjasa dalam hidup saya, orang tua, guru-guru, asatidz, orang yang saya cintai dan teman-teman seperjuangan,” tandasnya.

Kini, langkah baru Bintang segera dimulai. Dari Depok menuju China, dari lingkungan pesantren menuju kampus internasional, ia membawa satu bekal penting: ilmu, keberanian, pengalaman, dan Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan.

Kisah Bintang menjadi inspirasi bahwa santri tidak harus membatasi mimpi. Dunia yang luas terbuka bagi siapa saja yang mau berikhtiar, terus belajar, berani mengambil kesempatan, dan tetap menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman.

Dari MQ menuju dunia. Dari hafalan Al-Qur’an menuju ilmu dan prestasi. Semoga langkah Bintang di China menjadi awal dari perjalanan panjang untuk meraih kesuksesan dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan almamater tercinta. (Humas Madinatul Qur’an Depok)

 

Editor : Dhorifi Zumar

Foto : Istimewa

Share This:

Leave a Reply