penerimaan santri baru

STS dan ASTS Ganjil SMP-SMA TQT MQ Berjalan Lancar, Partisipasi Santri Capai 99%

MQ Depok | Suasana belajar di lingkungan SMP TQT dan SMA TQT Madinatul Qur’an (MQ) Depok selama sepekan terakhir berlangsung lebih serius dan penuh konsentrasi. Sejak 21 hingga 25 September 2026, para santri dan santriwati mengikuti Sumatif Tengah Semester (STS) dan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027.

Pelaksanaan STS dan ASTS tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pembelajaran. Melalui asesmen ini, sekolah tidak hanya mengukur penguasaan materi yang telah diberikan, tetapi juga melihat sejauh mana tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Wakil Kepala SMP TQT MQ Bidang Kurikulum, ibu Gresiana Prasetiyawati, S.Si, menyampaikan bahwa pelaksanaan STS Ganjil berjalan lancar sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan sekolah.

Hal senada disampaikan Kepala SMA TQT MQ, Ustadz Suriyanto, S.Si., M.M. Menurutnya, pelaksanaan ASTS Ganjil di tingkat SMA juga berjalan dengan tertib dan lancar.

Partisipasi Santri Sangat Tinggi

Salah satu hal yang cukup menggembirakan dalam pelaksanaan STS kali ini adalah tingginya tingkat kehadiran peserta didik. Hampir seluruh santri dan santriwati dapat mengikuti ujian sesuai jadwal.

Di tingkat SMP, tingkat partisipasi mencapai sekitar 99,98 persen. Hanya terdapat satu santri kelas IX yang sedang melaksanakan ibadah umrah dan dua santriwati yang berhalangan hadir karena sakit.“InsyaAllah mereka akan ikut ujian susulan pekan depan,” ujar Ibu Gresiana.

Sementara itu, di tingkat SMA hanya terdapat satu santri yang tidak dapat mengikuti ujian karena alasan keluarga.

Tingginya tingkat kehadiran tersebut juga dibarengi dengan antusiasme yang terlihat selama pelaksanaan ujian. Para santri dan santriwati hadir tepat waktu, mengenakan seragam sesuai ketentuan, serta menunjukkan kesiapan dalam menghadapi materi yang diujikan.

Menurut Ibu Gresiana dan Ustadz Suriyanto, kondisi tersebut menunjukkan keseriusan para peserta didik dalam mengikuti proses evaluasi pembelajaran.

Persiapan Tidak Hanya di Kelas

Kesiapan menghadapi STS dan ASTS tentu tidak dibangun dalam waktu singkat. Sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan proses pembelajaran berjalan secara optimal sejak awal semester.

Pembelajaran reguler di kelas dimaksimalkan melalui pertemuan intensif antara santri dengan guru pengampu. Materi pembelajaran diberikan sesuai dengan capaian dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Selain pembelajaran pada jam sekolah, para santri juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan penguatan materi di luar jam pembelajaran. Bagi santri yang membutuhkan konsultasi atau pendampingan lebih lanjut, guru memberikan waktu tambahan setelah kegiatan belajar reguler selesai.

Tidak hanya itu, selama masa STS dan ASTS para santri juga mengikuti kegiatan belajar malam dengan pendampingan para musyrif dan musyrifah. Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk mengulang materi pembelajaran berdasarkan kisi-kisi yang telah diberikan oleh masing-masing guru.

Dengan pola pembelajaran yang intensif tersebut, pihak sekolah berharap para santri tidak hanya mampu mengerjakan soal ujian, tetapi benar-benar memahami materi yang telah dipelajari. “Jadi insyaAllah hasilnya juga akan memuaskan,” ungkap Ibu Gresiana.

SMP Ujikan 12 Mata Pelajaran

Dalam pelaksanaan STS Ganjil ini, santri SMP TQT MQ mengikuti ujian untuk 12 mata pelajaran, terdiri atas 5 mata pelajaran Diknas dan 7 mata pelajaran Diniyah. Sementara itu, santri SMA TQT MQ mengikuti ASTS untuk sekitar 15–16 mata pelajaran.

Adapun standar penilaian di tingkat SMP mengacu pada ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh masing-masing guru sesuai mata pelajaran yang diampu. Santri dinilai memenuhi kriteria apabila telah mencapai standar ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut.

Sedangkan di tingkat SMA, terdapat standar nilai minimal yang ditetapkan, yakni 85 untuk mata pelajaran pesantren dan 80 untuk mata pelajaran Diknas.

Standar tersebut menjadi salah satu acuan sekolah dalam melihat tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi dan materi yang telah diberikan selama proses pembelajaran.

Menjadi Bahan Evaluasi Pembelajaran

Bagi Ibu Gresiana, hasil STS tidak sekadar menjadi angka dalam laporan hasil belajar. Lebih dari itu, hasil asesmen diharapkan dapat menjadi parameter untuk melihat keberhasilan proses pembelajaran sekaligus mendorong para santri agar semakin disiplin dalam mengikuti kegiatan belajar.

“Harapannya anak-anak lebih disiplin dalam mengikuti pembelajaran, dengan hasil STS sebagai parameter keberhasilan atau ketercapaian tujuan pembelajaran,” ujarnya.

Sementara Ustadz Suriyanto berharap pelaksanaan ASTS dapat memberikan gambaran bagi sekolah mengenai tingkat ketercapaian pembelajaran di SMA TQT MQ.

Hasil asesmen nantinya dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk melihat pembelajaran yang telah berjalan, sekaligus menentukan bagian-bagian yang masih perlu diperkuat pada proses pembelajaran berikutnya.

Dengan demikian, STS dan ASTS Ganjil bukan sekadar agenda rutin tengah semester. Ia menjadi cermin bagi santri, guru, dan sekolah untuk melihat hasil proses belajar sekaligus menjadi pijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada semester berikutnya.

Adapun penerimaan rapor hasil STS dan ASTS Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 insyaAllah akan dilaksanakan secara online pada 3 Oktober 2026.

Dengan persiapan pembelajaran yang intensif, pendampingan guru dan musyrif-musyrifah, serta tingginya partisipasi santri, pelaksanaan STS dan ASTS Ganjil tahun ini diharapkan tidak hanya menghasilkan nilai akademik yang baik, tetapi juga membentuk budaya belajar yang disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada ketercapaian tujuan pembelajaran. (Humas Madinatul Qur’an Depok)

Editor : Dhorifi Zumar (DZ)

Foto : Media PSB dan Media Putri

Share This:

Leave a Reply