MQ Depok | Dunia pendidikan tinggi kini semakin terbuka lebar. Bagi santri, pilihan melanjutkan studi tidak harus terbatas pada perguruan tinggi di dalam negeri. Kampus-kampus di berbagai negara juga membuka peluang bagi pelajar Indonesia untuk menimba ilmu, termasuk melalui berbagai jalur beasiswa.
Semangat itulah yang coba dibangun dalam kunjungan Globerse ke Pesantren Madinatul Qur’an (MQ) Depok, Senin, 29 September 2026. Lembaga konsultan manajemen beasiswa global tersebut hadir untuk memberikan wawasan sekaligus informasi kepada para santri mengenai peluang melanjutkan kuliah ke luar negeri melalui jalur beasiswa.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk presentasi Study Preparation tersebut diikuti sekitar 80 santri Madinatul Qur’an Depok, mulai dari kelas IX hingga kelas XI.
Empat utusan Globerse hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Ailsa Syaffa Dynia, Nadhila Ammelyca, Den Ditto Akbar, dan Muhamad Idris Fadilah. Mereka memperkenalkan berbagai informasi dan persiapan yang perlu dilakukan calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, disesuaikan dengan negara tujuan yang diinginkan.

Dari MQ untuk Kampus Dunia
Sejak awal pemaparan, para santri terlihat antusias mengikuti presentasi. Bagi sebagian peserta, informasi mengenai kuliah di luar negeri bukan sekadar wawasan baru, tetapi berkaitan langsung dengan rencana pendidikan yang sedang mereka susun.
Presentasi membahas berbagai hal yang perlu dipersiapkan bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri. Para santri mendapatkan gambaran bahwa kuliah di luar negeri membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari menentukan negara dan kampus tujuan hingga memahami jalur pembiayaan dan beasiswa yang tersedia.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi diskusi dibuka. Sejumlah santri mengajukan pertanyaan yang cukup spesifik dan menunjukkan ketertarikan mereka terhadap peluang studi internasional.


Di antaranya, ada yang bertanya mengenai negara-negara yang telah bekerja sama dengan Globerse, peluang mendapatkan beasiswa melalui jalur tahfizh, hingga berbagai program yang tersedia di Globerse untuk membantu calon mahasiswa mempersiapkan studi ke luar negeri.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sebagian santri MQ mulai melihat dunia pendidikan tinggi secara lebih luas—tidak hanya perguruan tinggi di Indonesia, tetapi juga berbagai kampus di mancanegara.
Ketika Cita-Cita Mulai Menyeberangi Batas Negara
Menariknya, dalam sesi tersebut beberapa santri menyampaikan bahwa mereka memang telah memiliki rencana untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri.


Kehadiran Globerse pun diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan bagi para santri yang memiliki cita-cita tersebut. Dengan informasi dan pendampingan yang tepat, para santri dapat mulai mempersiapkan diri lebih awal agar peluang melanjutkan studi ke luar negeri dapat diraih secara lebih terarah.
Bagi santri, pengalaman belajar di luar negeri juga dapat menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, sekaligus membawa nilai-nilai pendidikan Al-Qur’an yang telah diperoleh di pesantren ke lingkungan akademik yang lebih luas.


MQ Ingin Perluas Jejaring dengan Mitra Pendidikan
Kepala Unit Penjamin Mutu Pesantren MQ Depok, Ustadz Muhammad Haekal, M.Pd., menyambut baik kehadiran Globerse di lingkungan MQ.
Menurutnya, semakin banyak mitra yang dapat bekerja sama dengan MQ, semakin terbuka pula berbagai peluang pengembangan pendidikan bagi para santri, termasuk dalam hal melanjutkan studi ke luar negeri.
Ia berharap kerja sama dengan berbagai pihak ke depan tidak hanya memberikan wawasan kepada santri, tetapi juga dapat menjadi jembatan nyata bagi lulusan MQ yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mancanegara.


“Harapannya semakin banyak mitra MQ yang bisa bekerja sama dalam berbagai hal, termasuk memfasilitasi lulusan MQ yang ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri,” ujarnya.
Menurut Ustadz Haekal, pilihan studi bagi lulusan MQ juga tidak harus selalu terbatas pada program studi keislaman di kawasan Timur Tengah.
Para lulusan MQ, lanjutnya, juga dapat mengejar berbagai cita-cita akademik dan profesional dengan memilih program studi yang sesuai minat dan potensinya di berbagai belahan dunia.
“Lulusan tidak hanya memilih program studi keislaman di Timur Tengah, tetapi juga bisa meraih cita-citanya dengan mendalami berbagai prodi yang ada di kampus-kampus Eropa, Australia, atau Asia Timur seperti China, Jepang, dan Korea Selatan,” jelasnya.


Santri, Al-Qur’an, dan Masa Depan Global
Kunjungan Globerse menjadi salah satu upaya MQ untuk memperkenalkan kepada para santri bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an dan menempuh pendidikan modern di tingkat global bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Justru, keduanya dapat berjalan beriringan.
Santri dapat membangun kekuatan spiritual dan karakter melalui pendidikan Al-Qur’an sekaligus mempersiapkan kompetensi akademik, bahasa, teknologi, dan bidang keilmuan lainnya untuk menghadapi dunia yang semakin terhubung.
Dari pesantren, cita-cita itu bisa melangkah lebih jauh—menembus batas negara, memasuki kampus-kampus dunia, dan kelak kembali membawa ilmu serta pengalaman untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
Karena santri MQ tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pembelajar di negeri sendiri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjadi pembelajar dunia. (Humas Madiantul Qur’an Depok)

Editor : Dhorifi Zumar (DZ)
Foto : Tim PMP