MQ Depok | Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Terpadu Madinatul Qur’an (MQ) Depok kembali mendapat kunjungan dari lembaga yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan Al-Qur’an dan kemanusiaan. Selasa, 22 September 2026, pimpinan Lembaga Darul Quran Alkarim Wassunnah BSD Serpong Tangsel berkunjung ke lingkungan Pesantren MQ Depok.
Lembaga yang merupakan yayasan kemanusiaan nirlaba dan berdiri sejak 2021 di Indonesia tersebut hadir dengan membawa semangat memperkuat program pendidikan Al-Qur’an sekaligus kepedulian kemanusiaan, khususnya terhadap masyarakat Palestina.

Rombongan terdiri atas Syaikh Bassam Duwaimah, asal Palestina, selaku Public Relation & Partnership Coordinator, didampingi Ustadz Muhammad Bachtiar, Lc., Dipl., Gr., selaku Relations and Coordination Officer, serta Ustadz Muhammad Hasbiallah, Lc., M.H.I., yang menjabat sebagai Resource Development lembaga tersebut.
Kehadiran mereka disambut langsung oleh KH. Dr. Sholihien Hadziq, Ketua Yayasan MQ, bersama jajaran pimpinan dan pengelola pesantren. Di antaranya Ustadz Wardi, S.Pd., Direktur Pembinaan; Ustadz Suriyanto, M.M., Kepala SMA TQT MQ; Ustadz Muhammad Haikal, M.Pd., Kepala Penjamin Mutu Pesantren; Ustadz Faariq Robiith Al-Khuwarizmi, S.Pd., Lc., M.Pd., Kepala Kepesantrenan Putra; Ustadzah Yani Supryani, S.Pd., Kepala Kepesantrenan Putri; serta sejumlah asatidz lainnya.

Membawa Pengalaman Qur’ani Palestina ke Indonesia
Dalam pertemuan tersebut, Ustadz Muhammad Bachtiar menjelaskan bahwa Darul Quran Alkarim Wassunnah Indonesia memiliki fokus pada penyelenggaraan program-program Al-Qur’an berkualitas di Indonesia, sekaligus program kemanusiaan dan bantuan darurat bagi masyarakat yang membutuhkan di Palestina.
Program lembaga tersebut mencakup pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an, bantuan kemanusiaan, pendidikan, hingga santunan anak yatim.

Menurut Ustadz Bachtiar, Darul Quran Alkarim Wassunnah Indonesia merupakan perpanjangan strategis dari misi dan gagasan Darul Quran Alkarim Wassunnah Palestina, yang telah berdiri sejak 1992.
“Yayasan ini merupakan perpanjangan strategis dari misi dan ide gagasan Darul Quran Alkarim Wassunnah – Palestina, yang telah berdiri sejak tahun 1992 dan memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade dalam melayani dan mengajarkan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, salah satu misi Darul Quran Alkarim Wassunnah di Indonesia adalah mentransfer pengalaman dan keunggulan program Al-Qur’an dari Palestina kepada masyarakat Indonesia. Selain itu, lembaga tersebut juga berupaya menindaklanjuti dan melaksanakan berbagai program Al-Qur’an dan kemanusiaan Darul Quran Alkarim Wassunnah Palestina melalui kerja sama dengan mitra lokal.

Ribuan Peserta Program Al-Qur’an
Dalam pemaparannya, Ustadz Bachtiar menyampaikan sejumlah capaian Darul Quran Alkarim Wassunnah Palestina hingga 2022.
Menurut data yang disampaikan, sebanyak 105.198 siswa-siswi telah menghafal juz-juz tertentu dari Al-Qur’an sesuai jenjang masing-masing. Kemudian 78.985 siswa-siswi lulus dari dauroh tilawah dan tajwid, sedangkan 61.089 siswa-siswi lulus dari dauroh tafsir dan tadabbur Al-Qur’an.
Selain itu, disebutkan pula 149.205 siswa-siswi lulus dari dauroh sanad Sunah Nabawiyyah, 29.967 siswa-siswi lulus dari E-Learning Akademi Internasional, serta 2.157 hafizh dan hafizhah Al-Qur’an mutqin sesuai jenjang masing-masing.
Lembaga tersebut juga mencatat 2.381 siswa-siswi yang telah menghafal hadis-hadis Nabi sesuai jenjang masing-masing serta 277 siswa-siswi yang mendapatkan sanad Al-Qur’an yang bersambung kepada Rasulullah SAW dengan berbagai macam riwayat.
Capaian tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang hendak dibawa dan dikembangkan melalui program Darul Quran Alkarim Wassunnah Indonesia.

Safari Dakwah hingga Bantuan untuk Gaza
Di Indonesia, program yang dijalankan cukup beragam. Di antaranya Safari Dakwah Ramadhan, yaitu kegiatan dakwah yang diselenggarakan secara berkeliling selama bulan Ramadhan. Ada pula Camp Al-Qur’an Tajul Waqar, program pembinaan Al-Qur’an berbentuk camp atau pelatihan intensif.
Program lainnya meliputi pengajaran Al-Qur’an secara online dan offline, Sponsorship Program Al-Qur’an untuk membantu anak-anak dalam belajar Al-Qur’an, serta Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza berupa penyaluran paket sembako dan kebutuhan lainnya bagi masyarakat Gaza, Palestina.

Salah satu program yang menjadi andalan adalah Kamp Tajul Waqar. Program ini merupakan pembinaan Al-Qur’an dan tarbiyah secara intensif yang diarahkan untuk membentuk penghafal Al-Qur’an yang memiliki jiwa kepemimpinan dan pengaruh.
Konsepnya memadukan beberapa unsur, yaitu itqan dalam hafalan Al-Qur’an, pembentukan karakter dan akhlak, pengembangan kemampuan kepemimpinan dan pengaruh, serta penanaman ruh risalah dan kepedulian terhadap umat.
“Kamp ini hadir sebagai kelanjutan dari semangat Kamp Tajul Waqar di Gaza – Palestina, serta inspirasi dari ruh pendidikan Qur’ani dan tarbiyah yang melahirkan para penjaga Al-Qur’an yang memiliki kualitas, risalah, dan pengaruh,” tutur Ustadz Bachtiar.

Akademi Al-Qur’an Online
Selain program tatap muka, Darul Quran Alkarim Wassunnah Indonesia juga mengembangkan Akademi Al-Qur’an Online dengan berbagai program dauroh atau pelatihan dan kajian intensif.
Program tersebut antara lain Dauroh Tamhidiyah dan Tahsin Tilawah Juz 30, Dauroh Mubtadi’ah dan Tahsin Tilawah 5 Juz, Dauroh Ta’hil Sanad dan Tahsin Tilawah 15 Juz, Dauroh Sanad Hadhir 30 Juz, serta Dauroh Makharijul Huruf.
Ada pula Dauroh Al-Fatihah Bersanad, Dauroh Tahfidz Al-Qur’an, Dauroh Tashih Tilawah Yayasan Al Haqq, Dauroh Tuhfatul Athfal, Dauroh Kitab At-Tibyan fii Adabi Hamalatil Quran, serta Dauroh Hadits Keutamaan 10 Dzulhijjah.
Berbagai program tersebut menunjukkan perhatian lembaga terhadap pembelajaran Al-Qur’an yang tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga tahsin, sanad, adab, pemahaman, dan penguatan keilmuan Al-Qur’an.

Ratusan Syaikh Didatangkan ke Indonesia
Kerja sama dan hubungan antara Darul Quran Alkarim Wassunnah Indonesia dengan masyarakat Indonesia juga telah berlangsung dalam bentuk program dakwah.
Ustadz Bachtiar menyampaikan bahwa sejak 2018 hingga saat ini, lembaga tersebut telah mendatangkan sekitar 250 syaikh ke Indonesia untuk menjadi imam dan memimpin shalat di sejumlah masjid di berbagai daerah.
Program tersebut terutama dilaksanakan selama bulan Ramadhan melalui kerja sama dengan para mitra lokal.
Kehadiran para syaikh dari Palestina sekaligus menjadi jembatan pertukaran pengalaman dalam bidang dakwah, pendidikan Al-Qur’an, dan pembinaan umat.

“Manfaatkan Masa Muda untuk Dekat dengan Al-Qur’an”
Kunjungan ke MQ Depok semakin bermakna ketika Syaikh Bassam Duwaimah didaulat oleh KH. Dr. Sholihien Hadziq untuk memberikan motivasi kepada para santri.
Selepas shalat Ashar di Masjid Madinatul Qur’an Depok, Syaikh Bassam menyampaikan pesan kepada para santri agar menjadikan masa muda sebagai kesempatan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
Ia mengajak para santri untuk tidak sekadar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencintai, mempelajari, menghafalkan, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Antum semua masih muda, masih panjang masa depan, dan hidup di Indonesia, negara yang aman dan damai. Manfaatkan waktu kalian sebaik-baiknya untuk terus dekat dan bersama dengan Al-Qur’an,” pesannya.
Menurut Syaikh Bassam, Al-Qur’an merupakan penuntun bagi umat manusia. “Karena ia adalah penuntun umat manusia. Orang yang berpegang teguh pada Al-Qur’an, insyaAllah akan selamat dunia dan akhirat,” tandasnya.
Pesan tersebut terasa semakin kuat karena disampaikan oleh seorang yang datang dari Palestina, negeri yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat berat.

Keterbatasan Tak Memadamkan Semangat Menghafal Al-Qur’an
Syaikh Bassam kemudian menceritakan kondisi masyarakat Palestina, khususnya di Gaza, yang menurutnya hidup dalam keterbatasan fasilitas dan kebutuhan dasar.
Namun, di tengah keterbatasan tersebut, ia menegaskan bahwa semangat masyarakat Palestina untuk mempelajari dan menghafalkan Al-Qur’an tetap hidup.
“Orang Palestina hidup dalam keterbatasan dan kekurangan fasilitas dan makanan, tapi semangat mempelajari dan menghafal Al-Qur’an tidak pernah padam. Mereka terus belajar Al-Qur’an meski dengan fasilitas yang serba terbatas dan apa adanya,” ujarnya.

Cerita tersebut menjadi pesan tersendiri bagi para santri MQ. Di satu sisi, para santri Madinatul Qur’an Depok hidup dalam lingkungan yang relatif aman dan memiliki fasilitas pendidikan yang mendukung proses belajar. Di sisi lain, saudara-saudara mereka di Palestina tetap berusaha mempertahankan tradisi belajar Al-Qur’an meski berada dalam situasi yang penuh keterbatasan.
Pesan Syaikh Bassam pun menjadi refleksi: jika keterbatasan tidak mampu memadamkan semangat belajar Al-Qur’an, maka kondisi yang serba tersedia seharusnya menjadi peluang untuk semakin bersungguh-sungguh dalam mempelajari kitabullah.

Mempertemukan Dua Pengalaman Pendidikan Al-Qur’an
Kunjungan Darul Quran Alkarim Wassunnah ke Madinatul Qur’an Depok akhirnya bukan sekadar agenda silaturahmi. Pertemuan tersebut mempertemukan dua pengalaman dalam pendidikan Al-Qur’an: pengalaman lembaga yang tumbuh dari tradisi pendidikan Al-Qur’an di Palestina dengan pengalaman pesantren tahfizh yang berkembang di Indonesia.
Ada peluang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas jaringan dakwah serta pendidikan Al-Qur’an.

Lebih dari itu, kunjungan tersebut memberikan pesan penting kepada para santri: menjadi penghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang banyaknya ayat yang tersimpan dalam dada, tetapi juga tentang bagaimana Al-Qur’an membentuk karakter, menguatkan kepedulian kepada sesama, dan mendorong seseorang memberikan manfaat bagi umat.
Dari Palestina, Syaikh Bassam membawa pesan tentang keteguhan. Dari Madinatul Qur’an, para santri membawa semangat untuk terus belajar.
Keduanya bertemu dalam satu titik: Al-Qur’an. Dan dari Al-Qur’an itulah diharapkan lahir generasi yang tidak hanya hafizh, tetapi juga berilmu, berakhlak, peduli terhadap umat, dan siap mengambil peran dalam kehidupan. (Humas Madinatul Qur’an Depok)

Editor : Dhorifi Zumar (DZ)
Foto : Humas MQ