penerimaan santri baru

Utusan KUIPs Malaysia Tawarkan Kerjasama dengan MQ

MQ Depok | Hari ini, Senin 9 Oktober 2023, pesantren tahfizh Madinatul Qur’an kota Depok, kedatangan tamu perwakilan dari KUIPs (Kolej Universiti Islam Perlis) Malaysia, yaitu Ust Muzaki dan Ust Ahmad Fauzi. Kedatangan keduanya diterima langsung oleh KH DR. Sholihien Hadziq, ketua Yayasan MQ ditemani Ust Ayat Bahrul, direktur Pesantren MQ dan Ust Muhammad Hakal, kepala SMA MQ.

Ust Muzaki bersama timnya melakukan kunjungan ke MQ untuk menawarkan tiga hal. Pertama, menawarkan kepada siswa Indonesia, terutama siswa alumni MQ yang belum kuliah, untuk mengikuti seleksi massal ke KUIPS, utamanya untuk seleksi pemberkasan. Seleksi tersebut insyaAllah akan digelar pada 15 Oktober 2023. “Jadi siapapun yang sekarang sudah punya ijazah dan berkah-berkas bisa mengikuti acara itu,” kata KH Sholihien.

Kedua, beliau menawarkan juga kerjasama untuk education trip, kunjungan pendidikan ke Malaysia maupun Singapura, dengan paket yang bisa di-create sesuai dengan permintaan. Misalnya, tim MQ akan adakan kunjungan ke Malaysia, studi banding tentang pendidikan, nanti agendanya bisa di-create, termasuk waktunya berapa lama, bisa disesuaikan dengan kemampuan biaya. Kemudian kegiatannya juga bisa dipilih, apakah mau pembelajaran formal disana, dengan native speaker sana, atau bisa juga tim MQ melakukan kunjungan-kunjungan ke perguruan tinggi tertentu. Setelah itu lebih ke rekreasi atau dokumentasi untuk branding MQ.

Lalu yang ketiga, beliau menawarkan untuk memberikan peluang khusus ke alumni SMA MQ yang mau melanjutkan studi ke Malaysia. Kebetulan lembaga yang dipimpin oleh Ust Muzaki ini sudah memiliki hubungan yang legal-formal. Beliau sudah punya kuota untuk orang Indonesia setiap tahunnya sekian orang. “Jadi nanti kalau anak-anak kita melanjutkan kuliah di Malaysia itu akan dijamin bahwa mereka dapat beasiswa full,” jelas KH Sholihien.

Tentang program studinya di sana, ada yang agama dan ada yang umum. Kalau yang umum jumlahnya masih terbatas, seperti IT, manajemen bisnis, manajemen perkantoran, keuangan, dll. Namun kalau studi agama itu jumlahnya lebih banyak dan lengkap, seperti ekonomi syariah, pendidikan Islam, bahasa arab, syariah dan seterusnya.

Selanjutnya, untuk lebih menguatkan kerjasama tersebut, supaya ada lembaga formal yang kerjasama dengan pihak sana, Ust Muzaki bakal menghadirkan pengurus KUIPs, apakah Rektor atau Dekan, yang akan datang ke MQ pada tanggal 16 Oktober nanti. Jadi pada Senin depan pimpinan Yasasan MQ akan menyambut tamu dari KUIPs. Waktunya boleh jadi pagi atau siang, agendanya akan diatur Ust Muzaki dan tim, karena kunjungan pihak KUIPs ada di beberapa tempat.

Dari kunjungan pihak KUIPs nanti, menurut Kyai Sholihien minimal kita akan minta 2 hal. Pertama, Yayasan MQ ingin anak-anak (santri-santri) MQ ikut menyambut. Mungkin mereka akan ada semacam sambutan, motivasi dan lain sebagainya. Seandainya santri-santri MQ ada yang minat ke Malaysia biar bisa bertanya langsung atau dialog karena nanti ada presentasi umum tentang bagaimana kuliah di Malaysia.

Kedua, setelah itu akan disiapkan MoU kejasama antara MQ dan KUIPs, supaya MQ dapat kuota pasti tentang jumlah santri yang akan diterima di KUIPs, apakah 5 atau 10 orang. Supaya santri-santri MQ dapat dengan mudah melanjutkan kuliah disana. Dan kalau dapat beasiswa disana itu memang full. Selain biaya kuliah free, disana juga dapat tempat tinggal free, juga dapat uang saku sekitar RM 300, atau sekitar Rp 1,2 jt atau 1,5 jt per bulan.

Adapun biaya awal untuk keberangkatan ke Malaysia sekitar Rp 15 juta, itu untuk mengurus visa dan izin tinggal disana. Plus biaya untuk kebutuhan yang sifatnya pribadi, seperti tiket pesawat dan sebagainya. “Sebetulnya masih ada biaya lain untuk kursus bahasa Inggris selama 1 semester yaitu sekitar Rp 9 juta. Tapi khusus untuk santri MQ diusahakan akan di-free-kan, karena ada kedekatan khusus antara MQ dan Ust Muzaki,” ungkapnya. (DZ/humas)

Share This:

Leave a Reply