MQ Depok | Menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan perjuangan panjang. Namun, bagi sejumlah mahasantri dan mahasantriwati Ma’had Madinatul Qur’an (MQ) Depok, perjuangan tersebut menghadirkan kebahagiaan istimewa: mendapatkan hadiah perjalanan umrah ke Tanah Suci.
Yayasan Madinatul Qur’an Peduli Umat (MQPU) menggelar acara walimatus safar untuk melepas 12 calon jamaah umrah di Mushala Baitussyakirin, Abadijaya, Depok, Senin malam, 2 November 2026. Mereka terdiri atas 10 mahasantri dan mahasantriwati yang berhasil mencapai target hafalan 30 juz serta dua karyawan Pesantren Tahfizh MQ Depok.

Tiga mahasantri putra penerima hadiah umrah adalah Ilham Abdul Fatah asal Tasikmalaya, Amiruddin asal Makassar, dan M. Tegar Ainur Rizki asal Jember. Sementara tujuh mahasantriwati yaitu Siti Zulaihah asal Jepara, Ummu Latifah asal Tangerang, Walidatuz Zaqiyah asal Jember, Nasywa asal Sukabumi, Thaiba asal Aceh, Iffah Masyithah asal Riau, dan Vina Wanda Safitri asal Lamongan.
Adapun dua karyawan yang turut mendapatkan kesempatan umrah ialah Ustadz Nanang Rusmana, S.Pd., asal Tasikmalaya dan Ustazah Wafiah Tsabitah asal Depok.
Acara pelepasan dihadiri sejumlah pimpinan MQPU dan MQ Depok, di antaranya KH. Dr. Sholihien Hadziq, S.H.I., M.P.I., KH. Ghufron Hasan, M.I.Kom., KH. Zainal Muttaqien, Ustadz Ayat Bahrul, M.Pd., Ustadz Turaihan, M.HI., Ustadz Wardi, S.Pd., dan Ustadz Agus Miftah Faridz.

Kemuliaan bagi Ahlul Qur’an
Ketua Yayasan MQPU, KH. Ghufron Hasan, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada para penghafal Al-Qur’an untuk menjadi tamu-Nya di Baitullah.
“Ini adalah kemuliaan yang Allah berikan kepada ahlul Qur’an, karena sudah mengkhatamkan 30 juz. Allah muliakan melalui hamba-Nya yang mulia, orang tua kita Bapak Haji Satar dan Ummi Agis. Berkat beliau berdua, para penghafal Al-Qur’an ini bisa fokus beribadah,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh hadirin mendoakan agar Allah senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan kepada Bapak Haji Satar dan Ummi Agis atas dukungan mereka terhadap para penghafal Al-Qur’an.
Kyai Ghufron juga menitipkan pesan khusus agar para jamaah tidak melupakan Madinatul Qur’an dalam doa-doa mereka di Tanah Suci.“Tolong anak-anak yang dirahmati Allah, di depan Baitullah panjatkan secara khusus doa untuk Madinatul Qur’an Depok. Mudah-mudahan santrinya bertambah banyak,” pesannya.

Umrah adalah Karunia, Bukan Sekadar Hadiah
Ketua Yayasan MQ Depok, KH. Dr. Sholihien Hadziq, menyebut malam pelepasan tersebut sebagai momentum istimewa yang patut disyukuri. Ia mengingatkan bahwa hadiah umrah bukanlah tujuan utama menghafal Al-Qur’an, melainkan karunia Allah sekaligus motivasi bagi para santri untuk menyelesaikan hafalan dengan baik.
Ia berharap ke depan semakin banyak mahasantri yang mampu menuntaskan hafalan 30 juz sesuai target, bahkan maksimal pada semester ketiga, sehingga dapat melanjutkan proses pemutqinan hafalan.

Kyai Sholihien juga berpesan agar para jamaah benar-benar menyadari bahwa kesempatan umrah merupakan nikmat besar. Banyak orang yang harus menabung bertahun-tahun demi bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Karena itu, jamaah diminta menjaga niat, membersihkan hati, dan tidak menyia-nyiakan kesempatan beribadah. Ia juga mengingatkan pentingnya berterima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi perantara keberangkatan mereka, mulai dari guru, orang tua, hingga para dermawan.

Doa Mengiringi Perjalanan ke Baitullah
Acara walimatus safar ditutup dengan doa yang dipimpin KH. Zainal Muttaqien, dilanjutkan ramah tamah dan foto bersama.
Keesokan harinya, Selasa, 3 November 2026, rombongan jamaah diantar pimpinan Ma’had Madinatul Qur’an Depok menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, untuk bertolak ke Jeddah, Arab Saudi.

Perjalanan ini bukan sekadar hadiah atas capaian hafalan, melainkan juga amanah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dari perjuangan menghafal 30 juz menuju perjalanan menjadi tamu Allah. Semoga para jamaah memperoleh umrah yang maqbulah, kembali dengan hati yang lebih bersih, serta membawa keberkahan bagi diri, keluarga, dan Madinatul Qur’an. (Humas Madinatul Qur’an Depok)

Editor : Dhorifi Zumar (DZ)
Foto : Humas MQ & Istimewa
