MQ Depok | Kemarin, Senin 5 Februari 2024 KH. DR. Sholihien Hadziq, ketua Yayasan MQ memperkenalkan kembali Ustadz Ghufron Hasan, M.I.Kom, kepada para santri, ustadz, dan musyrif pesantren Madinatul Qur’an Depok. Acara yang digelar di masjid MQ ba’da shalat fardhu tersebut dihadiri oleh hampir seluruh santri dan asatidz.
“Intinya kita menyambut kehadiran ustadz Ghufron, sekaligus memperkenalkan kepada para santri dan para ustadz, khususnya bagi mereka yang belum kenal. Dan sekaligus sebagai bentuk formal bahwa kita merasa senang dengan kehadiran beliau,” ungkap Kyai Sholihien.

Ust Ghufron sendiri sebetulnya bukan sosok baru di MQ, karena sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Pesantren MQ, yaitu pada periode 2018-2021. Di bawah beliau dulu MQ mengalami perkembangan yang signifikan, terutama dalam hal manejemen pendidikan. Namun pada tahun 2021, di saat pandemi Covid beliau mendapat amanah sebagai Direktur Pesantren Internasional IIBS Al-Maahira Malang, maka beliau pun hijrah ke sana.
Setelah hampir tiga tahun di Malang, beliau pun membuat keputusan untuk kembali lagi ke Depok dan MQ. “Ada rasa kerinduan yang mendalam dengan Depok/Jabodetabek dan MQ, karena memang komunitas saya berada di sini,” tutur beliau.
Maka, pihak Yayasan MQ dan keluarga besar MQ pun menyambut gembira kehadiran beliau kembali. “Alhamdulillah kita mendapatkan satu pejuang yang luar biasa lagi, seorang yang sudah malang melintang, banyak pengalaman, baik di pendidikan, pesantren maupun di organisasi. Maka insyaAllah dengan hadirnya beliau akan memperkokoh barisan pejuang pendidikan di Madinatul Qur’an,” ucap Kyai Sholihien.

Di MQ sekarang secara struktur beliau diangkat sebagai Wakil Ketua Yayasan bidang Pendidikan, yang nantinya membawahi semua perangkat yang terkait dengan bidang Pendidikan, termasuk didalamnya kehumasan, dan semua unit-unit, juga para direktur.
Keuntungannya lagi, beliau bersedia tinggal di dalam lingkungan pesantren MQ, sehingga secara kultur beliau diminta sebagai figur Kyai. Sebagaimana lazimnya sebuah pesantren memang harus ada sosok Kyai yang standby 24 jam di dalam lingkungan pesantren.

“Harapan kami, nanti beliau akan banyak membenahi hal-hal yang mungkin belum berjalan atau kurang baik di MQ. Termasuk juga mungkin kita minta beliau untuk menerapkan ilmu dan pengalamannya yang sudah didapat selama ini, khususnya di Al-Maahira, sebuah lembaga yang sudah maju, yang mungkin ada beberapa yang bisa diterapkan di MQ,” ucap Kyai Sholihien.
Dengan pengalaman, jam terbang, visi, etos, dan ilmu yang Ust Ghufron miliki, insyaAllah kehadiran beliau di MQ lagi akan memberikan angin segar, perubahan, dan kemajuan yang cukup berarti bagi masa depan MQ yang lebih gemilang.
Ala kulli hal, ahlan wa sahlan bihudhurikum ya Ustadz Ghufron Hasan !! (dz/humas)