MQ Depok | Pesantren Madinatul Qur’an Depok mendapat undangan dari Kementerian Agama (Kemenag) dan UNICEF untuk mengirimkan santrinya mengikuti Workshop Pesantren Kilat ImmuniBooster di Bogor pada 24-26 Februari 2026. Sebanyak 10 santri MQ dan 2 pendamping diutus untuk mengikuti acara workshop selama 3 hari tersebut.
Mereka yang diberikan kesempatan untuk mengikuti acara tersebut para pengurus OSPMQ periode 2025-2026. Yaitu, Fahrishad Fairul (Kelas XI), Muhammad Arsyadi Suharlan (Kelas XI), Muhammad Nezar Ar Rayyan (Kelas XI), Muhammad Luthfi Azizy (Kelas X-II), Dimas Rifqy Azhari (Kelas X-I), Hafiz Ikram Assidiq (Kelas X-II), Muhammad Hanif Rahim (Kelas X-II), Hasby Hafidzul Risalah (Kelas X-I), Malik Abubakar Syibli (Kelas X-II), dan Muhammad Alif Wiryanda (Kelas X-II). Sementara pendampingnya antara lain Ustadz Koko Koharudin, dan Ustadz Amiruddin.

“Mereka merupakan utusan santri terbaik yang mewakili OSPMQ dan Madinatul Qur’an Depok,” tutur Ust Faariq Robiith Al-Khuwarizmi, Lc, M.Pd, kepala kepesantrenan putra.
Ust Faariq menambahkan, Pesantren Madinatul Qur’an Depok diundang, karena termasuk salah satu di antara pondok pesantren di Indonesia yang merupakan pilot project atau percontohan dari program Ramah Anak yang digagas oleh Kementerian Agama Pusat.
Tujuan dari acara workshop ini adalah mengenalkan dan mengajarkan lebih dalam kepada para santri terkait pentingnya imunisasi, sebagai ikhtiar dalam menjaga dan merawat titipan Allah, yaitu tubuh/badan.


Juga untuk menyadarkan masyarakat, terutama para santri pesantren yang umumnya dipercaya agamanya oleh masyarakat, untuk menyebarluaskan informasi penting kepada masyarakat, terutama masyarakat yang sering was-was soal enzim dari babi dan lainnya.
Acara Woekshop Sanlat ImmuniBooster tingkat nasional yang baru tahun ini diadakan itu hanya diikuti oleh 4 pesantren dari seluruh Indonesia, termasuk salah satunya pesantren MQ Depok.
Selama mengikuti acara yang digelar di sebuah hotel di kota Bogor tersebut utusan Madinatul Qur’an mendapatkan beberapa materi seputar Imunisasi dalam pandangan Islam, lalu Berita-berita hoax tentang imunisasi, Hak asasi manusia (anak), Fungsi pondok pesantren, dan Ruang lingkup Pesantren Ramah Anak.

Para peserta tidak hanya berhenti sampai mengikuti acara saja, melainkan mereka masih dibebankan kegiatan lanjutan (follow-up), Yaitu Setiap santri/peserta berhak menyampaikan kembali ilmu yang didapat dari kegiatan tersebut kepada orang-orang terdekat, teman, saudara, dan kepada masyarakat.
Kemudian, menyebarluaskan informasi bahwa imunisasi itu bagian dari ikhtiar untuk menjaga tubuh, bukan sebaliknya untuk merusak tubuh sebagaimana berita hoax yang beredar di luar sana. Serta, santri peserta wajib mendukung pelaksanaan imunisasi di setiap tempat dan di lingkungan sekitar.
Lalu bagaimana kesan atau impresi para santri yang mengikuti acara tersebut? Menurut Fahrishad Fairul, yang juga ketua OSPMQ, selama mengikuti kegiatan workshop pesantren kilat ImmuniBooster, dirinya merasa lebih percaya diri dalam berpikir kritis, juga segala macam bentuk berita bisa dipilah secara mandiri.

Sedangkan kata Dimas Rifqy Azhari, selama mengikuti kegiatan workshop pesantren kilat ImmuniBooster, dirinya mendapat banyak pengalaman serta teman baru. “Di sana kami mendapat pemaparan mengenai imunisasi dari sisi agama maupun ilmiah,” ungkapnya.
Ustadz Koko Koharudin dan Ustadz Amiruddin sebagai pengamping berharap, kegiatan seperti ini bisa berlanjut, karena sangat membantu para santri dalam mengenal pentingnya imunisasi, dan pentingnya menjaga kesehatan, karena kesehatan ini adalah modal utama untuk setiap orang.

Mereka juga berharap, semoga bisa lebih banyak lagi santri yang dapat mengikuti kegiatan seperti ini, karena banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dan bisa menambah wawasan para santri, dimana mungkin informasi seperti ini belum tentu bisa didapatkan di dalam lingkungan pesantren.
Sementara harapan Ustadz Faariq Robiith Al-Khuwarizmi, semoga acara seperti ini bisa diperluas tema dan kebermanfaatannya. Tidak hanya dalam aspek kesehatan, tapi juga dari aspek-aspek lainnya, seperti sosial dan sebagainya. (dz/humas)

Jurnalis/Editor : Dhorifi Zumar
Foto : Tim Kepesantrenan putra