penerimaan santri baru

Safari Ramadhan Kyai Rachmat Morado ke Negeri Kincir Angin, Belanda

MQ Depok | KH. DR. Rachmat Morado, Lc, MA (Al-Hafizh), Mudir Tahfizh Pesantren Madinatul Qur’an Depok, selama bulan Ramadhan tahun 2024 ini mendapatkan kesempatan untuk melakukan safar ke Benua Biru, atau Benua Eropa, tepatnya di Negeri Kincir Angin Belanda. Di sana, tepatnya di kota Den Haag, beliau didaulat untuk menjadi imam masjid dan pengisi kajian Islam dalam Bahasa Arab di masjid yang bernama Rukun Islam.

Bagi beliau, ini adalah kesempatan pertama kali menjadi imam ramadhan di Belanda. Sebelumnya beliau juga pernah menjadi imam Ramadhan di Australia, yaitu pada tahun 2009, 2010, 2012, 2015 dan 2019. Selain itu juga pernah menjadi imam di negeri Piramida Mesir pada tahun 2002 dan 2003 saat masih menjadi mahasiswa Universitas Al-Azhar.

Menurut Kyai Morada, jamaah di masjid Rukun Islam Den Haag berjumlah sekitar seratusan orang yang berasal dari Indonesia, Maroko, Pakistan, Suriname, dan Turki. “Dan alhamdulillah mereka sangat welcome dengan kehadiran kami,” tuturnya.

Kyai Khairul Muttaqien (alm.), pendiri pesantren Madinatul Qur’an Depok, dahulu juga sering mengisi dakwah ramadhan di Belanda. Konon beliau pernah 13 tahun menjadi imam Ramadhan di sana. Cuma kota dan masjid tempat almarhum berdakwah dengan tempat Kyai Romado berbeda, yaitu di Deen Haag.

Den Haag sendiri adalah kota pemerintahan Belanda dan tempat parlemen, serta ibu kota provinsi Zuid-Holland. Jaraknya sekitar 64,3 km dari ibukota Amsterdam, atau dapat ditempuh sekitar 55 menit lewat jalur darat. Meski bukan ibukota negara, di kota yang berpenduduk 514.861 (2015) ini didapati pula kedutaan besar negara-negara asing.

Perlu diketahui, Islam adalah agama terbesar kedua di Belanda setelah Kristen, dan dianut oleh 5% populasi menurut perkiraan tahun 2018. Terdapat 850.000 penduduk yang memeluk agama Islam pada tahun 2006. Dari jumlah tersebut, 38% adalah etnis Turki, 31% adalah Maroko, 26% adalah orang Asia/Afrika lainnya, 4% adalah orang Eropa (non-Belanda) dan 1% (12.000 orang) adalah penduduk asli Belanda.

Mayoritas Muslim di Belanda menganut aliran Sunni, dan banyak yang tinggal di empat kota besar di negara ini, yaitu Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, dan Utrecht. Ada sekitar 400 masjid di Belanda, dengan sekitar 200 masjid Turki, 140 masjid Maroko, dan 50 masjid Suriname.

Saat ini diperkirakan 140.000 Muslim tinggal di ibukota Amsterdam dan merupakan 17% dari populasi. Separuh dari umat Islam ini sebagian besar adalah komunitas berbahasa Arab dan Berber dari wilayah Maghreb, Mesir, dan Timur Tengah. Warga Turki merupakan 25% dari populasi Muslim di Amsterdam. Terdapat juga relatif banyak orang Turki di Enschede, Arnhem dan Zaanstad. Sedangkan mereka yang merupakan orang Indonesia (pemukim Muslim awal di negara ini) berjumlah 7.000 orang. (dz/humas)

 

Share This:

Leave a Reply