penerimaan santri baru

Prosesi Sertijab Pengurus Komite Pesantren MQ yang Lama kepada yang Baru

MQ Depok | Kepengurusan Komite Sekolah atau Pesantren Madinatul Qur’an Depok telah mengalami pergantian atau reorganisasi sejak bulan Oktober 2025 lalu. Tapi prosesi serah terima jabatan (Sertijab) dilakukan pada Rabo, 25 Februari 2026 kemarin. Ketua komite yang lama, Bapak Agus Dwi Cahyono, secara resmi telah menyerahkan amanahnya kepada Bapak Ali Muhli di Gedung SMA MQ.

Menurut Direktur Pendidikan/Pesantren MQ, Ust Ayat Bahrul, M.Pd, karena masa bakti pengurus komite yang lama (periode 2022-2025) sudah habis, maka perlu dilakukan pergantian ke pengurus yang baru (2025-2028). “Jadi pergantian pengurus komite itu mekanisme normal yang terjadi di lembaga pendidikan manapun,” kata beliau.

Terdapat 8 orang yang menjadi pengurus komite pesantren MQ yang baru, dengan komposisi Ketua diamanahkan kepada bapak Ali Muhli, didampingi bapak Danang Pramono sebagai Wakil Ketua, bersama ibu Retno sebagai Pendamping Ketua dan ibu Sischa Ika Puspitasari sebagai Pendamping Wakil Ketua.

Berikutnya Sekretaris 1 dan 2 komite dipercayakan kepada ibu Henny Ika Puspitarini dan ibu Yayah, sementara bendahara 1 dan 2 komite diserahkan kepada ibu Nurfadhilah dan bapak Rustayim.

Pengurus baru komite ini masih diperkuat oleh para Korlas (koordinator kelas) di masing-masing jenjang, baik SMP maupun SMA TQT MQ.

Saat acara Sertijab ketua komite lama bapak Agus Dwi Cahyono berpesan kepada pengurus baru untuk melanjutkan yang sudah baik selama ini dan melengkapi yang masih kurang.

Dalam pandangan pengurus yang baru, program dan dinamika yang ada di MQ selama ini sangat menarik, serta  semangat gotong-royong dan keterbukaannya juga sangat baik.

Pengurus komite yang baru bertekad untuk mendukung/men-support terus program MQ menjadi pesantren yang ramah anak. Dengan cara memberikan masukan kepada pihak menajemen pondok/pesantren, juga berdiskusi mengenai bagaimana ponpes ke depan, serta men-support semua kegiatan santri dan pondok/pesantren.

“Intinya, kerja komite adalah men-support kegiatan siswa/santri, dan memberikan usulan kebijakan kepada pihak pondok/pesantren,” tutur pak Ali.

Pengurus Komite baru berharap, santri dan pengelola pondok merupakan keluarga besar, sehingga apapun masalahnya sebaiknya dimusyawarahkan bersama. “Itu yang utama, karena musyawarah merupakan solusi terbaik,” tandas beliau. (dz/humas)

Jurnalis/Editor: Dhorifi Zumar

Foto : Direktorat pesantren

 

Share This:

Leave a Reply