MQ Depok | Setelah dilantik pada 15 Oktober 2025 lalu, pengurus baru OSPMQ yang dikomandani oleh Fahrishad Fairul dan Musthofa Haidar (ketua dan wakil) langsung lari kencang. Ada 4 program utama yang diusungnya, yaitu Rimahiz (Riyadhoh Ma’a Muhafizh), SGT (Santri Got Talent), Salvoq (Santri Vlog), dan Tim Kreatif.
Dari 4 program tersebut terdapat 3 program baru yang pada kepengurusan OSPMQ sebelumnya belum ada. Pertama, Rimahiz (Riyadhoh Ma’a Muhafizh) yang merupakan program modifikasi dari Yasrif (Yaumun Ma’a Musyrif). Program unggulan ini sedang diupayakan agar berjalan istiqomah 1 kali dalam sepekan di hari Sabtu.
Kedua, SGT (Santri Got Talent), yaitu program yang bertujuan untuk mengetahui bakat-bakat terpendam dari para santri. Ketiga, Salvog (Santri Vlog), yaitu program baru yang berguna untuk membantu menghidupkan Medsos OSPMQ dan memberikan kesempatan santri untuk masuk frame video-video OSPMQ.

“Ketiga program pengurus OSPMQ itu bukan pengulangan dari program OSPMQ periode lalu. Justru ini merupakan program yang lahir dari hasil diskusi antara kami, yang mengedepankan kegiatan berbeda dan baru, tetapi tetap dapat bermanfaatkan dan dimanfaatkan oleh santri MQ,” ungkap Fahrishad.
“Yang program lama hanya Tim Kreatif, yaitu merupakan program lanjutan periode lalu yang menurut kami masih cocok untuk dilanjutkan. Hanya saja untuk Tim Kreatif ini kita kembangkan lagi agar lebih aktif dan inovatif,” tambahnya.
Kepengurusan OSPMQ periode 2025-2026 ini secara keseluruhan berjumlah 37 personil, dimana tim inti yang berasal dari santri kelas XI berjumlah 20 orang, sedangkan tim pendukung yang berasal dari kelas X berjumlah 17 orang. “Ini sedikit berbeda dengan kepengurusan tahun lalu, dimana tim intinya 36 orang dan tim pendukung 4 orang,” jelas santri kelas XI tersebut.
Sementara pembagian divisi OSPMQ didasarkan pada hasil diskusi murni dari kelas XI dan kesepakatan diantara mereka, dimana pemilihan ketua divisi berdasarkan pada pengalaman di OSIS SMP Madinatul Qur’an sebelumnya.

Dalam pandangan ketua OSPMQ yang baru, potensi santri MQ unggul di bidang tahfizh dan olahraga (ekskul). Hal ini bisa dilihat dari rekam jejak prestasi mereka, dimulai dari juara MHQ, futsal dan basket. Serta peningkatan di kedua bidang tersebut yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Mereka tidak hanya berbakat pada kedua bidang itu tapi minat dan ambisi mereka sangat besar. “Kemudian untuk kualitas, menurut kami, santri MQ cukup baik kualitasnya di bidang tahfizh, akademik, kebersihan, kepemimpinan, dan lainnya,” ucapnya.
Dari potensi yang ada itu pengurus OSPMQ bertekad akan mengembangkannya agar bisa bersaing atau berkompetisi dengan sekolah lain, dengan program-program organisasi yang sudah ditata dan diatur sedemikian rupa. “Dan kami akan selalu memberi ruang kepada seluruh santri MQ untuk bisa menunjukkan potensi-potensi mereka agar bisa terus berkembang dan bersaing,” tandasnya berapi-api.
Bagaimana soal ketersediaan fasilitas di MQ sejauh ini? Menurut dia, fasilitas pesantren MQ memiliki peningkatan yang cukup baik, tetapi memang ada beberapa fasilitas yang harus di-upgrade seperti lapangan olahraga dan masjid serta sound system.
Kenapa lapangan? “Karena lapangan ini bisa meningkatkan daya tarik santri dan PSB yang membuat mereka merasa lebih mendaparkan pengalaman baru ketika melakukan kegiatan-kegiatan di lapangan,” ucapnya.

Sedangkan masjid, kalau bisa ditambahkan kanopi penutup karena saat ini musin hujan yang menjadikan air hujan yang terbawa angin kerap masuk ke dalam area masjid, sehingga membuat masjid lebih cepat kotor dan bau. Ditambah lagi masjid merupakan bangunan utama di pondok ini.
Selanjutnya, sound system. Sebagai pesantren dan organisasi santri yang sering mengadakan acara tentu kita sangat membutuhkan soundsystem yang berkualitas tinggi untuk kelancaran acara. “Sedangkan sound system yang kita punya saat ini masih kurang memadai untuk dipakai di acara-acara penting, dan terkadang mengharuskan kita pinjam ke Baitussyakirin,” ujarnya.
Secara umum, kata Fahrishad, MQ termasuk pesantren yang bersih. Kemudian lulusan santri MQ juga banyak yang masuk ke PTN dan PTLN ternama. Selain itu pesantren ini sudah diakui sebagai ramah anak oleh pemerintah dan menjadi pesantren tahfizh terbaik di kota Depok saat ini.
Sebelum mengakhiri bincang-bincang dengan tim Humas, Fahrishad berpesan agar MQ tetap istiqomah sebagai penyedia fasilitas untuk para pelajar yang mempunyai mimpi yang tinggi. Harapannya, pesantren MQ menjadi pesantren/sekolah impian dan favorit bagi siswa-siswa diluar sana yang kelak ingin masuk ke pesantren MQ. ((dz/humas)

Jurnalis/Editor : Dhorifi Zumar
Foto : Tim Humas