MQ Depok | Kepengurusan baru Organisasi Santri Pesantren Madinatul Qur’an (OSPMQ) periode 2024-2025 dibawah komando M. Fatih Aslam (ketua) dan Jibran Al-Mughni (wakil ketua) yang telah memulai kiprahnya sejak 26 Oktober 2024 lalu pasca pelantikan, bertekad gercep merealisasikan program-program kerjanya.
Terdapat 5 program utama yang akan menjadi andalannya, yaitu Aspirasi Santri, Yaumul Ma’al Musyrif (Yasrif), Tim Kreatif Media dan Karya Seni Rupa, Temu Kangen Alumni, dan Malam Kebersamaan. Kelima program tersebut, menurut Fatih Aslam, merupakan program baru yang tidak ada pada kepengurusan sebelumnya.
“Tentunya kami akan mempertahankan program yang suduh baik dan akan terus meningkatkannya. Namun bukan hanya meningkatkan, kami juga akan selalu melahirkan berbagai inovasi-inovasi baru guna menggantikan program-program yang belum sesuai,” tutur Aslam yang kini duduk di kelas XI SMA TQT MQ tersebut.


Jumlah pengurus OSPMQ tahun ini sedikit lebih banyak dibanding periode sebelumnya, yaitu berjumlah 35 santri, selisih 1 orang dari pengurus sebelumnya yang berjumlah 34 orang. Mereka didistribusikan ke dalam 7 divisi, yaitu divisi Ubudiyah 5 orang, divisi Tarbiyah 4 orang, divisi Keamanan 4 orang, divisi Media 4 orang, divisi Olahraga dan Kesenian 4 orang, divisi UK2P 6 orang, dan divisi Dapur 4 orang.
“Pembagian divisi ini kami sesuaikan dengan minat dan kemampuan yang dimiliki oleh masing2 anggota dengan tujuan mampu memahami dan kompeten pada setiap tugas yang dimilikinya,” ujar Aslam.
Dalam pandangan ketua baru OSPMQ ada 2 potensi yang dimiliki santri MQ saat ini, yaitu Tahfizh dan Olahraga. Dua aspek ini yang paling menonjol pada sebagian besar santri MQ. Terbukti pada berbagai event lomba, santri-santri MQ banyak berprestasi pada dua aspek tersebut.


Karena itu OSPMQ berharap manajemen pesantren MQ lebih banyak memberikan kesempatan kepada para santri untuk mengikuti perlombaan eksternal, guna mengenalkan kualitas yang dimiliki santri MQ dan membawa nama MQ keluar.
Lalu soal ketersediaan fasilitas di MQ sejauh ini bagaimana? “Dalam segi bangunan seperti gedung asrama dan sekolah sudah sangat memadai dan sangat nyaman. Namun untuk ketersediaan air masih harus ditingkatkan. Karena para santri terkadang mengeluh akan habisnya air di saat waktu-waktu mandi tiba,” kata Aslam.
Menurutnya, ada dua hal urgen yang perlu ditingkatkan, yaitu pertama, menambah ketersediaan air, dan kedua, menambah lapangan serba guna mengingat santri MQ gemar berolahraga.

Meskipun demikian, sejauh ini, masih kata ketua baru OSPMQ, MQ memiliki banyak kelebihan dibanding pesantren lainnya, yakni dalam segi tahfizh, fasilitas yang memadai, dan pesantren yang ramah anak.
Harapannya, semoga MQ bisa menjadi saah satu pesantren unggulan yang berkualitas, dan juga mampu melahirkan orang-orang yang hebat dan berkompeten. Lebih dari itu, semoga lembaga ini mampu menciptakan suasana positif di tengah masyarakat sekitar. “Semangat terus pesantrenku! Bersama membangun MQ yang lebih baik,” tandasnya mengakhiri. (dz/humas)
