MQ Depok | Setelah kosong selama beberapa bulan, alhamdulillah mulai kemarin, Rabo 4 Oktober 2023, kursi Direktur Pesantren Madinatul Qur’an Depok kembali terisi. Sosok yang mengisi jabatan tersebut adalah figur yang berasal dari internal MQ sendiri. Beliau tak lain adalah Ust Ayat Bahrul, M.Pd, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMA TQT MQ.
Prosesi pengangkatan Ust Ayat sebagai Direktur Pesantren MQ ditandai dengan penyerahan SK yang dilakukan secara langsung oleh Ketua Yayasan MQ, KH DR. Sholihien Hadziq, disaksikan para pimpinan Yayasan lainnya dan para kepala unit di lingkungan MQ, serta Direktur Tahfizh MQ, yaitu Ust. DR. Rachmat Morado, Lc, MA, Al-Hafizh, pemilik 4 sanad.
Pada saat yang sama juga dilakukan pengangkatan Kepala SMA yang baru, yaitu Ust Muhammad Haekal M.Pd, yang sebelumnya menjabat sebagai Walas (Wali Kelas) dan guru SMA TQT MQ. Artinya kedua figur tersebut mendapat promosi jabatan baru.
Ust Ayat Bahrul dalam sambutannya mengatakan, bahwa amanah atau jabatan baru itu dalam kacamata seorang muslim adalah sebuah musibah, seraya menyitir QS Al-Baqarah ayat 156. Namun demikian, posisi yang kosong memang sebaiknya segera diisi karena kekosongan itu berpotensi merusak (al-faroq mafsadah).
Dengan dilimpahkan amanah yang baru tersebut, Ust Ayat merasa masih sangsi, apakah dirinya mampu mendinamisasikan MQ. Dinamis itu artinya maju ke depan, atau meningkat sedikit demi sedikit, tidak statis. “Itulah yang menjadi PR besar,” katanya.
Akan tetapi setelah melihat kebersamaan yang sangat hebat yang ada selama ini. Dimana semua kepala unit: Ust Aceng, Ust Agus, Ust Suri, ibu Yani itu semua ikut kompak, ketika ada hal apapun yang terjadi, itulah kekuatan. “Sehingga saya merasa ‘bismilah’, saya yakin bisa maju untuk menjalankan MQ sebaik-baiknya,” tandas Ust Ayat.

Sementara itu, Ust Muhammad Haekal mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan Yayasan atas kepercayaan yang dilimpahkan kepada dirinya untuk memimpin SMA MQ ke depan. “Meskipun pernah punya pengalaman selama dua periode sebagai kepala SMK dulu, saya kira memimpin SMA apalagi yang punya kekhususan atau kekhasan seperti SMA MQ ini sebuah tantangan yang sangat berat dan besar,” cetusnya. Akan tetapi, sambungnya, mudah-mudahan insyaAllah dengan dukungan semua pihak, dari pimpinan Yayasan juga dari bapak direktur yang baru kita bisa membawa SMA TQT sesuai dengan cita-cita yang kita inginkan.
Menurut Ust Haekal, SMA MQ baru memasuki tahun yang kelima, dimana dari segi pertumbuhan jumlah siswa belum mengalami kenaikan yang sangat signifikan, karena keterbatasan ruang kelas juga. “Mudah-mudahan ke depan atau tahun depan sudah ada pertumbuhan atau progress jumlah siswanya. Ini penting buat kita, karena secara psikologis, ketika sebuah organisasi itu sudah mau mencapai umur yang kesepuluh, kemudian tidak menemukan progress yang baik dia pasti akan turun, yang pada akhirnya akan redup dan bisa mati,” ucapnya.
“Mudah-mudahan kita jaga ke depan, sebagaimana prestasi-prestasi yang sudah kita peroleh, kita raih, bisa kita jaga. Ketika kita pertama kali akreditasi, alhamdulillah sudah dapat pengakuan Unggul dengan nilai A. Nah ini harus kita pertahankan,” lanjutnya.
Selain itu, kata Ust Haekal, alumni-alumni SMA MQ yang baru dua angkatan juga sudah berhasil, ada yang meraih kursi PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dan itu juga bukan PTN kelas bawah. “Jadi angkatan pertama ada 5 orang dari 32 lulusan atau 15% mereka dapat kursi PTN. Kemudian angkatan kedua ada 6 orang dari 30 lulusan, atau ada kenaikan menjadi 20%. Mudah-mudahan angkatan ketiga nanti bisa sampai 25-30% yang dapat kursi PTN,” jelasnya.

Harapan Ust Haekal, semoga hingga nanti tiga tahun ke depan bisa 50% yang diterima di kursi PTN. Seperti al-Bayan itu hampir 100%, atau di SMA al-Hikmah Malang bisa 100% diterima di PTN,” katanya.
Berdasarkan data, tamatan SMA MQ ada 4 orang yang sudah diterima di luar negeri, yaitu 1 orang di Universita al-Azhar Kairo, 1 orang di Universitas Madinah, 1 orang di Universitas Perlis Malaysia, dan 1 orang akan berangkat ke Moskow Rusia.
Ada juga 1 orang di sebuah universitas di Turki, dan akan berangkat pada bulan Oktober ini 2 orang ke Yaman. “Semoga ke depan lulusan kita yang ke Timur Tengah bisa lebih banyak lagi. Mudah-mudahan ke depan kita punya akses yang lebih baik, baik ke PTN atau ke perguruan tinggi luar negeri,” harap Ust Haekal.
Sebagai Direktur Pesantren MQ yang baru, Ust Ayat Bahrul berterus-terang banyak belajar dari 2 figur pendahulunya yaitu, Ust Ghufron Hasan dan Ust Yusuf Salmon. Menurutnya, dari segi kemampuan beliau belajar dari Ust Ghufron dan Ust Yusuf yang telah mendahului. “Banyak hal yang bisa saya ambil dari beliau berdua,” ucapnya.
Dari Ust Ghuforn, yang bisa diambil yaitu manajemennya yang hebat dan ide-ide cemerlang beliau. Sementara dari Ust Yusuf dengan kekeluargaannya, dimana menganggap kita itu sebagai rekan, sehingga kita bisa cair dalam pergaulan. “Intinya banyak hal, keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan, tapi insyaAllah saya akan mengambil kelebihan dari keduanya itu,” tandasnya.
Tak lupa Ust Ayat mengharapkan banyak nasehat dan masukan, baik dari Yayasan maupun Ust Rachmat Morado, agar perjalanan kepemimpinannya tetap on the track. Apalagi kita sekarang punya gawe besar yaitu PSB (Penerimaan Santri Baru), dimana kita semua harus menyukseskannya. “Mudah-mudahan sepeninggalnya almarhum (KH Khairul Muttaqien), MQ tidak semakin redup, tapi MQ semakin terus meranjak, berjalan, dan itu mungkin harapan kita bersama,” ujarnya.
Begitu pula ust Haekal juga bertekad bahwa prestasi-prestasi yang sudah diraih di bawah kepemimpinan Ust Ayat Bahrul akan dilanjutkan. Kemudian segala kekurangan yang ada, sepenuh jiwa dan sepenuh raga akan dibawa ke arah perbaikan. “Tentu kami juga perlu dukungan dari semua pihak, dari keluarga besar MQ, terutama dari Yayasan dan pak Direktur untuk peningkatan mutu ke depan untuk siswa-siswa SMA kita atau output atau alumni-alumni kita ke depan,” harapnya.

Adapun Ust Dr. Rachmat Morado, Lc, MA al-Hafizh mendoakan kepada Ust Ayat dan Ust Haekal yang baru saja mendapatkan promosi jabatan. “Kepada Ust Ayat dan ust Haekal yang hari ini telah diberikan kenaikan jabatan, semoga mendapatan keberkahan,” ujarya.
Lebih lanjut Ust Rachmat Morada mengatakan, bisa jadi di satu sisi merupakan anugerah, ada pencapaian-pencapaian, ada kemajuan-kemajuan, ada peningkatan-peningkatan. Disini adalah keberkahan, insyaAlalh. “Saya mengucapkan, barakallah lakuma wa sahhalallahu lakuma (semoga Allah memberkahi antum berdua dan memudahkan segala urusannya),” doanya.
Yang kedua, tambah Ust Morado, tiap-tiap jabatan itu adalah Amanah, sesuai dengan hadits Rasulillah “innaha Amanah wa innaha tahizzu ala ma” bahwa yang namanya wewenang itu adalah Amanah atau kepercayaan. Dan kepercayaan itu akan menjadi penyesalan dan penghinaan bagi orang-orang yang menyia-nyiakan. “Ana yakin Ust Ayat dan Ust Haekal bisa mengemban Amanah ini untuk memajukan MQ yang lebih maju lagi insyaaAllah. Apalagi Ust Haekal juga sudah lama ikut merintis,” ucap beliau.
Semoga beliau berdua bisa mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya dan mampu membawa MQ lebih maju lagi…aamiin !! (DZ/humas)