MQ Depok | Pada hari Kamis, 12 Oktober kemarin, pesantren tahfizh Madinatul Qur’an Depok kedatangan tiga orang tamu dari perusahaan travel umroh & haji As-Shidiq. Mereka terdiri adalah Ust Kafrawi, Ust Hanafi, dan Ust Hendrik. Tujuan kedatangan mereka, pertama, untuk silaturahmi, karena kebetulan Ust Kafrawi adalah teman satu marhalah/periode KH DR Sholihien Hadziq saat di pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep dulu.
Kedua, menawarkan program kerjasama, yaitu umroh baik atas nama lembaga atau pribadi dan juga studi tour. Jadi umroh sekaligus kunjungan ke tempat-tempat bersejarah atau negara-negara di sekitar Timur Tengah, seperti misal ke Mesir, Yordania, Turki dan lain sebagainya.
Menurut KH Sholihien, siapa yang mau berangkat umroh atau ikut memasarkan paket umroh bisa lewat travel Ust Kafrawi. “Yang ikut memasarkan nanti akan dapat fee sekian, atau yang berhasil memberangkatkan sekian orang jamaah juga nanti akan dapat bonus umroh gratis,” ungkap Kyai Sholihien.
Menurut Kyai Sholihien, ada saran bagus dari Ust Ghufron Hasan, mantan direktur pesantren MQ bahwa kalau bisa MQ jangan hanya sebagai konsumen saja, tetapi bagaimana juga ambil bagian dalam perusahaan itu. “Jadi istilahnya kita punya saham, atau menjadi bagian usaha atau bisnis kita. Kita ambil sekaligus belajar bagaimana MQ ini juga punya travel,” ungkap beliau.

Hal ini mengingat, MQ sudah punya pangsa pasar atau captive market yang lumayan, yaitu dari santri, guru/tenaga pengajar (ustadz/ustadzah), maupun wali santri. “Kalau kita meng-create, misal anak-anak SMP yang baru masuk ditawari untuk nabung umroh dan nanti kelas 9 berangkat. Atau santri-santri SMA kelas 10 nabung nanti kelas 12 berangkat. Ya sebulan nabung berapa, sebetulnya kalau ada yang mengelola itu bagus,” ujar KH Sholihien.
Yang menjadi mimpi yayasan MQ yaitu keinginan mempunyai badan usaha, karena yayasan itu jangan hanya bergerak di bidang pendidikan saja, tapi juga harus punya badan usaha. “Tadi masukan dari Ust Ghufron itu bagus juga. Seharusnya kita bagi-bagi tugas, ada yang di bidang pendidikan dan ada juga di bidang usaha atau bisnis,” ucap KH Sholihien.
Apalagi sekarang MQ sudah memiliki direktur pesantren yang baru, sudah ada yang fokus mengurusi bidang pendidikan. “Nanti kita dari yayasan lebih fokus ke urusan pengembangan, termasuk pengembangan usahanya dan ekspansi lembaga dan seterusnya,” lanjut beliau mengakhiri. (DZ/humas)