penerimaan santri baru

Kedatangan Babeh Haikal yang Mengejutkan dan Menggembirakan MQ

MQ Depok | Kemarin, Selasa 17 Oktober 2023, pesantren tahfizh Madinatul Qur’an Jatimulya, Cilodong, Depok dikejutkan dengan kedatangan seorang tokoh muslim nasional yang namanya sangat familiar di kalangan aktivis dakwah dan pergerakan Islam. Beliau datang jauh-jauh dari kota Jakarta hanya ingin mengunjungi dan melihat-lihat suasana pesantren tahfizh terbaik di Kota Depok tersebut. Siapakah gerangan beliau? Tak lain adalah Babeh Haikal Hasan. Nama lengkap beliau, Ahmad Haikal bin Hassan bin Umar bin Salim bin Ali bin Syekh Ali bin Abdullah Baras.

Babeh Haikal lahir di Jakarta pada 21 Oktober 1968. Beliau menempuh seluruh pendidikan dasarnya (SD, SMP, SMA) di Ibukota Jakarta. Sosok yang kini berusia sekitar 55 tahun ini, kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Budi Luhur dengan mengambil jurusan Teknik Informatika.

Sebelum memulai pendidikan jenjang S1 nya ini, Babeh Haikal pernah menuntut ilmu di sebuah perguruan tinggi di Jeddah, Arab Saudi. Namun, ia kembali ke Indonesia sebelum menuntaskan pendidikanya. Ia juga sempat menempuh pendidikan S2 di Perth, Australia selama beberapa waktu namun memilih kembali ke Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Nama beliau sangat mencuat ketika menjadi juru bicara Presidium Alumni atau PA 212 pada beberapa tahun yang lalu. Namun belakangan beliau memilih tidak aktif lagi di PA 212 dan lebih konsen dan fokus pada dunia dakwah, yang merupakan profesi asalnya.

Kedatangan Babeh Haikal ke MQ tentu disambut dengan gembira dan antusias oleh para pimpinan MQ, yaitu KH. Dr. Sholihien Hadziq, Ust Zainal Muttaqien, Habib Abud dan lainnya. Tak ketinggalan para santri juga menyambutnya dengan gegap gempita dan mengelu-elukan sosok yang sangat humble dan terbuka tersebut.

Sekitar jam 14.00 Wib Babeh Haikal sampai ke pesantren MQ (kampus Madinah) di Jatimulya Cilodong. Beliau langsung diantar menuju kantor Humas dan disambut hangat oleh para pimpinan yayasan MQ. Disana beliau berbincang-bincang dengan KH Sholihien, Ust Zainal, dan Habib Abud.

Kedatangan beliau ke pesantren MQ Depok konon adalah dalam rangka survey, karena beliau ingin memasukkan putranya mondok di pesantren tersebut. Maka, setelah berbincang selama beberapa menit, beliau pun diantar oleh para pimpinan MQ untuk melihat-lihat suasana dan keadaan pesantren MQ, termasuk kondisi asrama, tempat laundry, kantor, dan fasilitas lainnya.

Rampung melakukan survey, beliau pun kemudian didaulat menuju masjid untuk memberikan motivasi kepada para santri MQ. Usai menunaikan shalat Ashar berjamaah beliau pun berbicara di hadapan ratusan santri MQ. Beliau memberikan motivasi dan mengajak santri untuk mengumandangkan shalawat kepada Nabi Saw.

Kata beliau, “Inilah orang-orang hebat yang akan berpengaruh di negeri ini…ada gamer, ada content creator, ada youtuber, ada yang ingin jadi artificial intelligent top di negeri ini…dan itu semua akan kita capai karena bagi Allah semuanya mungkin… bagi Allah tidak ada yang kebetulan…dan bagi Allah semuanya kecil…itulah yang kami tanamkan…Madinatul Qur’an insya Allah akan menjadi pesantren yang paling berpengaruh untuk memperbaiki masa depan bangsa ini…Allahu akbar…Allahu akbar…Allahu akbar…” Pekik beliau di hadapan santri dan pimpinan MQ.

Bagi MQ, Babeh Haikal sejatinya bukan orang asing, karena beliau secara rutin dan berkala mengisi pengajian di Majelis Baitussyakirin Depok Timur, lokasi kampus Mekkah, yang merupakan kawah candradimuka atau tempat pengkaderan para musyrif/musyrifah dan ustadz/ustadzah.

Semoga dengan kedatangan dan kunjungan Babeh Haikal ke pesantren Madinatul Qur’an Depok bisa mendatangkan keberkahan dan kemaslahatan yang besar bagi MQ. Serta mudah-mudahan juga akan jadi kenyataan harapan Babeh Haikal bahwa ke depan MQ akan menjadi pesantren yang sangat berpengaruh di negeri ini…aaamiin !! (dz/humas)

Share This:

Leave a Reply