Secara umum, berorganisasi dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu seseorang menjadi lebih efektif, teratur, dan terkontrol. Dengan memiliki sistem dan rencana yang jelas, seseorang dapat mengatur waktu dan sumber daya dengan lebih efisien, menghindari kekacauan dan kebingungan, dan meningkatkan kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Secara teknis, mungkin seseorang dapat hidup tanpa tergabung dalam organisasi formal seperti perusahaan, lembaga pemerintah, lembaga swadaya maupun lembaga amal dan keagamaan. Namun, dalam praktiknya, organisasi menjadi sangat penting dalam membantu seseorang mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhannya sebagai individu dan sebagai masyarakat.
Manfaat Berorganisasi
Dengan berorganisasi seseorang dapat memperoleh beberapa manfaat, antara lain kesempatan untuk belajar dan berkembang. Organisasi sering menyediakan pelatihan dan pengembangan keterampilan, dan juga memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru.
Kemudian, akses ke sumber daya. Organisasi dapat memberikan akses ke sumber daya seperti modal, teknologi, atau sumber daya manusia yang memungkinkan kita untuk mencapai tujuan yang sulit dicapai sendiri.
Berikutnya, jaringan dan hubungan. Bergabung dengan organisasi dapat membantu membangun jaringan dan hubungan dengan orang lain yang memiliki minat atau tujuan yang sama, dan dapat membantu memperluas jangkauan dan pengaruh kita.
Juga, peningkatan kesejahteraan sosial. Organisasi juga dapat memberikan manfaat sosial seperti meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membantu orang yang membutuhkan, atau memberikan dukungan untuk pengembangan komunitas.
Oleh karena itu, meskipun seseorang mungkin dapat hidup tanpa tergabung dalam organisasi formal, bergabung dengan organisasi dapat memberikan banyak manfaat dan membantu kita mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhan kita sebagai individu dan sebagai masyarakat.
Berorganisasi dalam Pandangan Hukum Islam
Dalam pandangan hukum atau ajaran Islam, berorganisasi adalah suatu tindakan yang dianjurkan dan bahkan dianggap penting untuk dilakukan, terutama dalam konteks kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Pentingnya berorganisasi dalam pandangan Islam dapat dilihat dari beberapa sumber, seperti Al-Qur’an dan al-Hadits. Contohnya, Al-Qur’an mengajarkan pentingnya bersatu dan bekerja sama dalam mencapai tujuan yang baik, seperti dalam surat Ali Imran ayat 103:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
Artinya: “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”
Selain itu, terdapat hadits yang menunjukkan pentingnya berorganisasi dalam Islam. Sebagai contoh, dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang berjamaah lebih dicintai Allah daripada orang yang sendirian,” yang menunjukkan betapa pentingnya bekerja sama dan berorganisasi dalam menjalankan kegiatan yang bermanfaat bagi umat manusia.
Selanjutnya, terdapat perkataan Sayyidina Ali bin Abi Tholib yang menyatakan:
الحق بلا نظام قد يغلبه الباطل بنظام
(al-haqqu bilā nidhomin qod yaglibuhu al-bāthilu bin nidhōm)
“Kebenaran yang tidak terorganisasi terkadang bisa dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi.”
Perkataan sahabat Ali tersebut dapat dianggap benar dalam konteks tertentu.
Pada dasarnya, kebenaran memiliki kekuatan tersendiri dan tidak dapat dihapus atau dikalahkan oleh kebatilan. Namun, jika kebenaran tidak diorganisir dengan baik dan tidak memiliki dukungan yang kuat dari komunitas atau organisasi yang solid, maka kebenaran tersebut bisa kehilangan pengaruhnya dan mudah tergeser oleh kebatilan yang terorganisir dengan baik.
Di sisi lain, kebatilan yang terorganisir dengan baik dapat memiliki kekuatan dan pengaruh yang kuat karena memiliki dukungan dari komunitas atau organisasi yang solid. Kebatilan yang terorganisir dengan baik juga dapat menyebarkan propaganda atau informasi yang tidak benar secara efektif dan efisien, sehingga dapat mempengaruhi opini publik dan memperoleh dukungan yang lebih luas.
Dalam konteks ini, penting bagi kebenaran untuk diorganisir dengan baik dan memiliki dukungan dari komunitas atau organisasi yang solid agar dapat mempertahankan pengaruhnya dan memenangkan persaingan dengan kebatilan yang terorganisir dengan baik.
Dalam pandangan hukum Islam, organisasi juga harus menjalankan kegiatannya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang meliputi kesetaraan, keadilan, dan kemanfaatan. Organisasi harus memperhatikan hak-hak anggota, menghindari tindakan yang merugikan masyarakat, dan menjalankan kegiatan yang bermanfaat bagi kepentingan umum.
Maka kesimpulannya, berorganisasi dalam pandangan hukum atau ajaran Islam sangat dianjurkan dan bahkan dianggap penting untuk dilakukan, terutama dalam konteks kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa. Organisasi juga harus menjalankan kegiatan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, termasuk kesetaraan, keadilan, dan kemanfaatan.
Betulkah Rasulullah Tidak Pernah Mengajarkan Berorganisasi?
Pandangan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan berorganisasi tidak tepat. Sebaliknya, dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, beliau sangat mendorong dan bahkan terlibat dalam kegiatan-kegiatan berorganisasi.
Salah satu contoh kegiatan berorganisasi dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW adalah pembentukan persaudaraan antar-suku atau antar-kelompok yang berbeda, yang dikenal sebagai persaudaraan muqaddamah atau al-ashabah al-muqaddamah. Persaudaraan ini dibentuk untuk mempererat hubungan antar-suku atau antar-kelompok dan membangun kebersamaan dalam rangka mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu mengembangkan dan memperkuat umat Islam.
Selain itu, dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW juga memberikan pedoman dan arahan mengenai pentingnya berorganisasi. Sebagai contoh, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda, “Tangan yang satu tidak akan dapat memecahkan bebatuan, tetapi bila bergabung dengan tangan yang lain, bebatuan itu akan pecah dengan mudah,” yang menunjukkan pentingnya bekerja sama dan berorganisasi dalam mencapai tujuan yang lebih besar.
Oleh karena itu, pandangan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan berorganisasi tidak tepat dan bertentangan dengan fakta sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW. Sebagai umat Muslim, kita seharusnya terus belajar dari sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW dan menerapkan ajaran-ajarannya, termasuk dalam hal berorganisasi, untuk memperkuat kebersamaan dan membangun umat Islam yang lebih baik.
Peran Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan
Organisasi kemasyarakatan keagamaan (ormas keagamaan) memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam konteks kehidupan beragama. Di Indonesia sendiri banyak organisasi kemasyarakatan keagamaan, baik di Islam, Kristen maupun lainnya. Di Islam, misalnya terdapat ormas Islam yang besar seperti Muhammadiyah, NU, Persis, Al-Irsyad, Al-Washliyah, Hidayatullah dan lainnya. Berikut adalah beberapa peran utama ormas keagamaan:
- Mewadahi praktik keagamaan
Ormas keagamaan memainkan peran penting dalam memfasilitasi praktik keagamaan, seperti ibadah dan pengajaran agama. Ormas keagamaan dapat memberikan sarana dan prasarana bagi masyarakat untuk beribadah dan belajar agama.
- Meningkatkan kesadaran agama
Ormas keagamaan juga dapat meningkatkan kesadaran agama dan moralitas di masyarakat. Ormas keagamaan dapat memberikan penyuluhan, seminar, dan ceramah keagamaan yang bertujuan untuk memperkuat keyakinan dan mengajarkan nilai-nilai agama.
- Menjaga harmoni sosial
Ormas keagamaan dapat membantu menjaga harmoni sosial di masyarakat dengan mempromosikan toleransi antarumat beragama dan mendukung dialog antaragama. Ormas keagamaan dapat memberikan dukungan dan bantuan dalam situasi-situasi konflik antarumat beragama.
- Memberikan bantuan sosial
Ormas keagamaan juga dapat memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Ormas keagamaan dapat memberikan dukungan dalam bentuk donasi, program bantuan masyarakat, dan bantuan kemanusiaan dalam situasi-situasi darurat.
- Menjadi wadah keterlibatan sosial
Ormas keagamaan juga dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang positif dan bermanfaat. Ormas keagamaan dapat memfasilitasi kegiatan seperti pembangunan masjid, pembangunan sekolah, dan kegiatan sosial lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam keseluruhan, ormas keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan beragama yang sehat dan harmoni sosial. Melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan, ormas keagamaan dapat memberikan dukungan dan bantuan bagi masyarakat serta menjadi wadah bagi keterlibatan sosial yang positif dan bermanfaat. (dz/humas)