MQ Depok | Sebanyak 36 santri/siswa kelas X SMA TQT Madinatul Qur’an Depok baru saja menyelesaikan program Edu Trip atau Home Stay in Pare di Kabupaten Kediri selama 2 pekan, mulai tanggal 29 Oktober hingga 11 November 2023. Mereka didampingi 5 pembimbing, yang diketuai oleh Guru Bahasa Arab tingkat SMA, yakni Ust Deri Agung Gumilar, Lc.
Selama di sana mereka belajar Bahasa Arab dengan program “Takallam Usbu’ain” di kampung Arab Al-Azhar yang berlokasi di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Mereka mendapatkan pembelajaran materi-materi bahasa Arab, seperti mufrodat (kosakata), muhadatsah (percakapan), dan qowaid (tata bahasa/aturan). Materi tersebut mereka dapatkan dari hari Senin hingga Jum’at mulai pukul 06.40 -11.20 dan 15.20 Wib.

Kenapa bahasa Arab? Karena Bahasa Arab memiliki peran yang sangat penting bagi umat Islam, diantaranya adalah sebagai sarana untuk memahami ilmu-ilmu keIslaman. Dan sebaliknya, meninggalkan bahasa Arab adalah salah satu sebab menyimpangnya seseorang dalam memahami agam Islam.
Selain pembelajaran bahasa Arab, selama di kampung Arab Pare itu mereka juga melakukan aktivitas lain, seperti sholat berjamaah dan tahajud, program tahfizh di malam hari ba’da maghrib, dan olahraga seperti futsal dan renang. Berikutnya, rauhah sore seperti jalan-jalan menikmati suasana Kampung Inggris Pare sambil mampir mencicipi makanan yang viral di Pare yaitu tansu (ketan susu).


Program Home Stay in Pare yang berbasis kursus ini sudah dilaksanakan sejak angkatan pertama SMA tahun 2019 lalu, dan saat ini sudah yang ke-3 kali.
Menurut Ust Deri Agung Gumilar, tujuan dari acara Home Stay in Pare adalah untuk meningkatkan kualitas bahasa Arab siswa SMA MQ, terlebih dalam hal public speaking menggunakan bahasa asing. Selain itu juga memberikan fasilitas pendidikan Bahasa Arab yang lebih bagi mereka yang ingin melanjutkan studinya ke Timur Tengah, seperti Madinah, Mesir, Yaman, dan lain sebagainya.

“Lebih dari itu, acara tersebut juga untuk meningkatkan value tahfizh santri MQ, sehingga mereka tidak hanya hafal Al-Qur’an tapi juga bisa faham,” ungkap Ust Deri, yang merupakan alumni perguruan tinggi di Yaman itu.
Selama 2 pekan di Pare Kediri, acara diakhiri dengan imtihan nihai (ujian akhir) untuk mendapatkan syahadah injaz (sertifikat kegiatan dan nilai) yang diserahkan kepada para siswa pada acara haflaul wada’ (perpisahan).


Bagaimana dengan rencana ke depan (selanjutnya) untuk program Home Stay in Pare? Ust Deri kembali mengatakan, insya Allah akan berlanjut dan mungkin dengan durasi yang lebih lama, misalnya 1 bulan, karena untuk kali pertama dulu juga dilakukan selama 1 bulan.
Kabar lainnya, program Home Stay in Pare akan masuk Kaldik MQ karena dinilai kegiatan ini sangat bermanfaat dan menunjang public speaking bahasa asing siswa SMA. (dz/humas)

