MQ Depok | Perjalanan menghafal Al-Qur’an bukanlah akhir dari proses menuntut ilmu. Bagi dua alumni SMA Tahfizh Qur’an Terpadu (TQT) Madinatul Qur’an (MQ) Depok, hafalan 30 juz justru menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh, melanjutkan pendidikan ke salah satu pusat keilmuan Islam tertua di dunia, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Kedua alumni tersebut adalah Muhammad Jibran Al-Mughni dan Ahmad Ghazi Ostman Setiawan. Keduanya bertolak menuju Mesir pada Selasa, 3 November 2026. Sebelumnya, pada Jumat, 30 Oktober 2026, mereka berpamitan sekaligus mengikuti acara pelepasan bersama masyayikh, mudir, dan asatidz MQ Depok di Aula MQ. Kini terdapat 9 alumni MQ Depok di Al-Azhar Kairo.


Dua Cita-Cita, Satu Tujuan Menuntut Ilmu
Jibran, kelahiran Jakarta, 13 Juni 2008, memilih Fakultas Ushuluddin, Program Studi Aqidah dan Filsafat. Ia ingin memperdalam ilmu agama sekaligus membangun pola pikir yang lebih matang dan dewasa. Pilihan tersebut juga berkaitan dengan cita-citanya menjadi politikus.
Sementara itu, Ghazi, kelahiran Banjarnegara, 1 Oktober 2007, memilih Program Studi Tafsir. Ia bercita-cita menjadi ulama ahli tafsir sekaligus imam masjid di luar negeri. Baginya, Mesir merupakan negeri yang diberkahi dan memiliki tradisi keilmuan Islam yang kuat.

Enam Bulan Persiapan Menuju Al-Azhar
Keberhasilan keduanya tidak diraih secara instan. Jibran mengungkapkan bahwa dirinya menjalani persiapan sekitar enam bulan, termasuk belajar bahasa Arab selama lima bulan dengan bimbingan para asatidz MQ.
Pada April 2026, ia mengikuti tahdid mustawa atau tes penentuan tingkat kemampuan bahasa Arab dan memperoleh level tiga dari enam level. Selanjutnya, ia mengikuti dauroh lughah yang dibimbing langsung oleh masyaikh dari Mesir serta dauroh ta’hili untuk penyetaraan ijazah SMA.

“Tidak ada tes khusus untuk bisa lulus ke kampus tersebut. Yang penting saya punya lisensi bahasa dan ijazah SMA Mesir resmi dari Al-Azharnya. Saya menjalani itu semua selama enam bulan,” tuturnya.
Ghazi juga menjalani rangkaian program penyetaraan ijazah dan bahasa sebagai persyaratan melanjutkan studi di Al-Azhar. Sebelum berangkat, keduanya mengikuti program pembekalan di lembaga berbeda untuk mempersiapkan diri, termasuk dalam membangun kemandirian.
Dalam hal pembiayaan, Jibran memperoleh beasiswa parsial yang menanggung biaya kuliah, sedangkan biaya hidup ditanggung sendiri. Adapun Ghazi berangkat melalui jalur mandiri.

MQ, Tempat Bertumbuh dan Membentuk Karakter
Keduanya yang merupakan alumni angkatan V (2025) mengaku sangat bersyukur dan bahagia mendapatkan kesempatan belajar di Al-Azhar. Jibran berharap dapat tumbuh menjadi pribadi dengan pemikiran rasional dan matang, serta kelak mampu berkontribusi menyelesaikan berbagai persoalan di Indonesia. Ghazi berharap perjalanan ini menjadikannya pribadi yang lebih baik.
Bagi Jibran, MQ merupakan tempat ketiga dirinya berkembang setelah keluarga dan sekolah dasar. Di pesantren, ia mendapatkan pendidikan yang memadukan aspek akademik, agama, dan kepemimpinan.

“Di MQ saya diajarkan banyak hal yang mana semua hal itu disatukan dalam diri saya, mulai dari akademik, agama, bahkan soal leadership pun ditanamkan di dalam diri saya,” ungkap putra Mukhlis dan Sukma Purnama Sari tersebut.
Senada dengan itu, Ghazi menyebut MQ sebagai tempat pendidikan yang telah membentuk karakternya. Ia berjanji akan menjaga nama baik almamater dan tidak melupakan tempat yang telah memberinya banyak ilmu serta pengalaman.
“Ilmu dan pengalaman yang ana dapatkan di sana tidak ada duanya,” tutur putra Agus Hadi Setiawan dan Asih Puji Rahayu itu.

Sebelum berangkat, Jibran berpesan kepada adik-adik santri agar fokus menjalankan tanggung jawab dan tidak terlalu memikirkan hal-hal di luar kendali. Sementara Ghazi menyampaikan pesan singkat, “Allah bersama orang-orang yang sabar.”
Keberangkatan dua hafizh 30 juz ini menjadi kebanggaan keluarga besar MQ sekaligus inspirasi bagi para santri bahwa pendidikan pesantren dapat menjadi pijakan menuju jenjang keilmuan yang lebih tinggi.
Dari Madinatul Qur’an Depok menuju Al-Azhar Mesir, Jibran dan Ghazi membawa bekal Al-Qur’an, ilmu, dan cita-cita untuk kelak memberikan manfaat lebih luas bagi umat. (Humas Madinatul Qur’an Depok)

Editor : Dhorifi Zumar (DZ)
Foto : Badrus Soleh & Istimewa
