penerimaan santri baru

Kunjungan Mahasiswa ITS dan Agensi Kampus Eropa ke SMA TQT MQ

MQ Depok | Sekolah Menengah Atas (SMA) TQT Madinatul Qur’an Depok, pada 22 Januari lalu kedatangan rombongan mahasiswa/mahasiswi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Sebanyak 12 mahasiswa/i dari salah satu kampus teknik terbaik di Indonesia itu hadir di Aula MQ bertemu dengan para siswa/santri dari kelas X hingga XII.

Para mahasiswa ITS yang rata-rata berasal dari Depok dan sekitarnya itu memaparkan keunggulan, lingkungan serta cara masuk kampus ITS beserta benefit yang didapat serta gambaran masa depan yang gemilang jika diterima di kampus tersebut.

Para siswa terlihat sangat antusias dan penuh perhatian mendengarkan presentasi dari perwakilan mahasiswa tersebut. Apalagi pembawa acaranya, Fahrishad Fairul yang notabene ketua OSPMQ, mampu membawakan secara apik, menarik, dan interaktif. Sehingga para santri sangat semangat meresponnya.

Setelah menyimak pemaparan, ada sebanyak 6 santri SMA yang bertanya seputar fakultas, cara masuknya, peluang bagi penghafal alquran, besaran biaya hidup, lingkungan, dan tips & trik yang relevan bagi santri dalam menghadapi ujian masuk kampus tersebut.

Menurut Ust Solihin, M.Pd, Wakakur SMA MQ, ada sekitar 5 santri yang tertarik ingin daftar ke kampus tersebut, semuanya berasal dari kelas XII.

Dengan adanya kunjungan dari mahasiswa ITS tersebut, Ust Solihin berharap, santri SMA semakin memahami dilematika dan tantangan ke depan, sehingga mereka lebih terbuka dalam memilih tempat kuliah dan lebih semangat dalam belajar untuk menyongsong masa depan yang gilang-gemilang.

Sementara itu pada hari dan tempat yang sama, pihak SMA TQT MQ juga menerima kedatangan tim dari Genesia Internasional Academy (GIA), salah satu lembaga yang menawarkan program persiapan ke luar negeri khususnya Eropa, Timur Tengah dan ASEAN.

Mereka memberikan sosialisasi kepada seluruh siswa SMA TQT Madinatul Qur’an mulai kelas X, XI, dan XII mengenai persiapan kuliah keluar negeri khususnya ke 5 negara tujuan yaitu Jerman, Perancis, Finlandia, Turki dan Malaysia.

Disampaikan oleh tim GIA bahwa biaya kuliah dan biaya living cost di masing-masing negara, misalnya di Jerman 90% biaya kuliah ditanggung oleh pemerintah yang berkisar 500 – 700 euro per bulan dan di Turki living cost-nya berkisar Rp 3 – 5 juta per bulan.

GIA dalam hal ini lebih banyak membantu calon mahasiswa dalam mempersiapkan bahasa yang digunakan di negara tujuan, dan mempersipkan dokumen atau portofolio yang diminta kampus yang dituju.

Ust Muhammad Haekal, M.Pd, kepala Penjamin Mutu Lulusan mengatakan, para siswa sangat terkesan dengan kegiatan ini karena ternyata untuk kuliah di luar negeri tidak sesulit yang dibayangkan. “Kuncinya adalah pada persiapan. Pada negara yang masih melaksanakan tes masuk, yang perlu dipersiapkan adalah penguasaan bahasa dan matematika,” jelasnya.

Setelah pemaparan oleh tim GIA, beberapa siswa bertanya tentang bagaimana cara meraih beasiswa ke luar negeri. Beberapa siswa kelas X bahkan menyatakan tertarik melanjutkan kuliah di Eropa terutama Jerman dan Perancis.

Ust Haekal berharap, setiap tahunnya lulusan SMA TQT Madinatul Qur’an dapat melanjutkan ke kampus terbaik di bidangnya sesuai minat dan kompetensi yang mereka miliki. “Kemitraan dengan pihak luar ataupun ke perguruan tinggi akan semakin kami tingkatkan untuk memudahkan lulusan MQ melanjutkan pendidikan tinggi ke kampus idaman,” tuturnya penuh semangat. (dz/humas)

Jurnalis/Editor : Dhorifi Zumar

Foto : Humas MQ

Share This:

Leave a Reply