MQ Depok | Kabar baik bagi para santri Pesantren Tahfizh Madinatul Qur’an (MQ) Depok. Upaya meningkatkan kesiapan akademik dan membuka peluang berprestasi di bidang sains semakin mendapat dukungan.
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc, pada Kamis (29/10/2026), berkunjung ke Pesantren Madinatul Qur’an Depok untuk menawarkan program bimbingan belajar (bimbel) gratis bagi para santri, khususnya jenjang SMA TQT MQ.
Kedatangan Prof. Zulys disambut langsung oleh Ketua Yayasan Madinatul Qur’an Depok, KH. Dr. Sholihien Hadziq, Kepala SMA TQT MQ Ustaz Suriyanto, M.M., serta sejumlah asatidz. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama dalam memperkuat pembinaan akademik santri, terutama dalam persiapan memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Menariknya, program bimbingan belajar yang ditawarkan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Program tersebut rencananya akan melibatkan dua lembaga pendidikan, yakni I’M SMART dan Rumah Sains Indonesia. I’M SMART merupakan lembaga bimbingan belajar milik rekan Prof. Zulys, sedangkan Rumah Sains Indonesia dikelola langsung oleh Prof. Zulys.

Dua Lembaga, Dua Fokus Pengembangan
I’M SMART merupakan lembaga bimbingan belajar dan klinik belajar yang telah beroperasi sejak 1995. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, lembaga ini berfokus pada persiapan akademik, psikologi, serta penguatan mental dan spiritual siswa untuk menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Dalam pendekatannya, I’M SMART juga memanfaatkan metode Hypnotherapy dan Neuro-Linguistic Programming (NLP).
Sementara itu, Rumah Sains Indonesia atau Indonesia Bersains memiliki fokus berbeda. Lembaga ini bergerak di bidang edukasi dengan perhatian khusus pada pengembangan, promosi, dan akselerasi sains bagi anak-anak Indonesia. Program pembelajarannya dikemas melalui pendekatan Fun Science, yakni pembelajaran sains eksperimental yang interaktif, menarik, dan menyenangkan.
Dengan kombinasi kedua lembaga tersebut, para santri diharapkan tidak hanya memperoleh penguatan akademik untuk menghadapi seleksi perguruan tinggi, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berpikir ilmiah, dan potensi di bidang sains.
Hal yang tidak kalah menarik, seluruh program bimbingan belajar ini ditawarkan secara cuma-cuma. “Bimbel ini pure free atau gratis, karena merupakan bagian dari CSR (Corporate Social Responsibility) lembaga bimbel tersebut,” tutur Prof. Zulys.


Disambut Baik Pihak Yayasan MQ
Tawaran tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Yayasan Madinatul Qur’an Depok, KH. Dr. Sholihien Hadziq. Menurutnya, kehadiran program bimbingan belajar yang melibatkan lembaga profesional dan seorang guru besar UI tentu menjadi nilai tambah (added value) bagi pengembangan pendidikan di lingkungan MQ.
Peluang ini dinilai dapat memperluas akses santri terhadap pendampingan akademik sekaligus memperkuat persiapan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Kyai Sholihien juga menyampaikan bahwa program tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi santri yang belum mengikuti bimbingan belajar, tetapi terbuka pula bagi santri yang ingin memperoleh tambahan pembinaan.
Santri kelas XI yang belum mengikuti program bimbel sebelumnya serta seluruh santri kelas X dapat menjadi sasaran peserta. Bahkan, santri kelas XI yang sudah mengikuti bimbel lain tetap diperbolehkan bergabung apabila berminat. Kesempatan serupa juga terbuka bagi santri kelas IX.

Melengkapi Program Bimbel yang Sudah Berjalan
Sementara itu, Kepala SMA TQT MQ, Ustadz Suriyanto, M.M., menjelaskan bahwa saat ini SMA TQT MQ sebenarnya telah memiliki program bimbingan belajar bagi para santri kelas XI dan XII.
Untuk kelas XI, pihak sekolah telah bekerja sama dengan lembaga Skolla, sedangkan kelas XII mendapatkan pendampingan dari Gama UI. Kedua program tersebut diarahkan untuk membantu santri mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk perguruan tinggi di kawasan Timur Tengah.
Namun, terdapat perbedaan dalam pola keikutsertaan. Bimbingan belajar bagi kelas XI bersifat pilihan sehingga belum seluruh santri mengikutinya. Adapun program untuk kelas XII bersifat wajib.
Dengan adanya tawaran dari Prof. Zulys, pihak sekolah melihat peluang untuk memperluas layanan pendampingan akademik, terutama bagi santri yang belum terakomodasi dalam program bimbel yang telah berjalan.
Program baru tersebut juga diharapkan dapat menjadi alternatif sekaligus pelengkap bagi santri yang ingin memperoleh pengalaman belajar dan pendalaman materi tambahan, khususnya dalam bidang sains dan persiapan seleksi perguruan tinggi.

Tinggal Mematangkan Konsep dan Teknis Pelaksanaan
Pertemuan antara Prof. Zulys dan pihak Yayasan MQ Depok tersebut menghasilkan sambutan positif serta kesepahaman awal untuk merealisasikan program bimbingan belajar gratis bagi santri.
Meski demikian, program belum langsung dijalankan. Kedua belah pihak masih akan mengadakan beberapa pertemuan lanjutan guna mematangkan konsep, petunjuk teknis (juknis), dan petunjuk pelaksanaan (juklak). Setelah seluruh persiapan dinilai siap, barulah program tersebut akan mulai dilaksanakan.
Kehadiran tawaran kerja sama ini menjadi salah satu peluang bagi Madinatul Qur’an Depok untuk terus memperkuat kualitas pendidikan. Sebagai lembaga yang memadukan pendidikan Al-Qur’an dengan pengembangan akademik, MQ berupaya menyiapkan santri agar tidak hanya memiliki hafalan Al-Qur’an yang kuat dan karakter Islami, tetapi juga kompetensi akademik, kemampuan berpikir ilmiah, serta kesiapan bersaing di tingkat perguruan tinggi.
Melalui sinergi dengan para akademisi dan lembaga pendidikan profesional, diharapkan semakin banyak santri MQ yang mampu mengembangkan potensinya, meraih prestasi di bidang sains, dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi impian mereka. (Humas Madinatul Qur’an Depok)
Editor : Dhorifi Zumar (DZ)
Foto : Humas MQ